Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Emak-emak di Yogyakarta Pukul Panci, Desak Pemerintah Hentikan Program MBG
Regional

Emak-emak di Yogyakarta Pukul Panci, Desak Pemerintah Hentikan Program MBG

RiyadiBy Riyadi10/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sejumlah emak-emak yang tergabung dalam kelompok Suara Ibu Indonesia menggelar aksi memukul panci di Yogyakarta, Selasa (8/9/2026). (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Sejumlah emak-emak yang tergabung dalam kelompok Suara Ibu Indonesia menggelar aksi memukul panci di Yogyakarta, Selasa (8/9/2026).

Aksi tersebut menjadi simbol perlawanan sekaligus bentuk desakan kepada pemerintah agar menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para peserta memulai aksi dari kawasan Tugu Golong Gilig. Mereka kemudian berjalan ke arah utara hingga Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca juga :   Gantikan Gibran Pimpin Surakarta, Respati Achmad Jadi Wali Kota Termiskin di Jawa Tengah, Kekayaannya Rp2 Miliar

Di simpang empat Jetis, tidak jauh dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), massa berhenti untuk menyampaikan keresahan dan tuntutan terkait pelaksanaan program MBG.

Perwakilan Suara Ibu Indonesia, Kalis Mardiasih, mengatakan aksi tersebut dilakukan karena pemerintah dinilai belum serius mendengarkan berbagai kritik terhadap pelaksanaan program MBG.

Menurut Kalis, kritik tersebut datang dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, para ahli hingga masyarakat.

Baca juga :   Saldo Nasabah di Palembang Terkuras Rp2,5 Juta, BRI: Bukan Kebocoran Sistem

“Kami melihat pemerintah belum serius mendengarkan kritik dari akademisi, para ahli maupun masyarakat terkait pelaksanaan program MBG,” ujar Kalis dalam aksi tersebut.

Ia mengatakan pemilihan panci sebagai alat aksi memiliki makna tersendiri. Panci dianggap sebagai simbol keseharian para ibu di rumah yang kini dibawa ke ruang publik untuk menyuarakan keresahan.

Menurut Kalis, para ibu tidak hanya menjadi pihak yang menyaksikan persoalan pelaksanaan MBG, tetapi merasa perlu turun langsung menyampaikan tuntutan kepada pemerintah.

Baca juga :   Bikin Emak-emak Ketakutan, Tiga Pengamen Berkostum Pocong Diamankan Polsek Koja

“Aksi memukul panci ini menjadi simbol bahwa para ibu sudah turun langsung dari rumah untuk menyuarakan tuntutan,” katanya.

Kalis menegaskan, persoalan yang disoroti dalam aksi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan MBG.

Suara Ibu Indonesia juga menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan untuk program tersebut.

Baca juga :   Ngaku Dapat Rp100 Ribu, Emak-emak Turun ke Monas Dukung Program MBG

Mereka meminta pemerintah mempertimbangkan pengalihan anggaran MBG untuk kebutuhan mitigasi dan penanganan bencana hingga tuntas.

Menurut kelompok tersebut, penggunaan anggaran negara harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang dinilai lebih mendesak, termasuk menghadapi berbagai ancaman bencana.

Aksi berjalan dengan membawa pesan agar pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan MBG dan mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum program tersebut terus diperluas.

Baca juga :   Desa Pusat Dapat Bantuan 37 Ribu Bibit Tanaman dari Kementan RI

Hingga aksi berlangsung, tuntutan penghentian MBG tersebut menjadi salah satu poin utama yang disuarakan peserta.[YKP]

Emak-emak Pukul Panci Yogyakarta
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDibantah Teman Sendiri, Perempuan Asal PALI yang Mengaku Dijual di Taiwan Ternyata Berangkat ke China untuk Menikah
Next Article Pengusaha Sound Horeg Minta Maaf ke MUI Jatim Usai Sebut Goblok
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,896 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,769 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,741 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?