RELUNG.ID – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang terjadi sejauh ini tidak mempengaruhi aktivitas vulkanik Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumsel.
Gunung Api yang berada di Sumsel ini tidak menunjukkan perubahan dan masih berstatus level II atau waspada.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dempo, Wiwit Julian, memastikan tidak ada indikasi aktivitas Gunung Dempo dipengaruhi erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Saat ini keadaan Gunung Dempo berada di Level II atau Waspada. Status Waspada tersebut telah ditetapkan sejak 7 Januari 2022,” ujar Wiwit Rabu (9/9/2026).
Menurut Wiwit, aktivitas Gunung Dempo tetap dipantau secara rutin melalui sejumlah instrumen pemantauan gunung api.
Hingga saat ini, hasil pengamatan belum menunjukkan adanya perubahan yang berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Sampai saat ini tidak ada pengaruhnya erupsi Anak Gunung Krakatau terhadap Gunung Dempo,” katanya.
Berdasarkan hasil pengamatan pada 6 September 2026, kondisi puncak dan kawah Gunung Dempo terpantau cerah, berawan hingga mendung. Gunung Dempo masih dapat terlihat meski sesekali tertutup kabut dengan tingkat 0-II hingga 0-III.
Sementara itu, asap kawah tidak teramati dalam pemantauan tersebut.
“Dari sisi kegempaan, tremor menerus atau microtremor masih tercatat dengan amplitudo antara 0,5 hingga 1 milimeter dan dominan pada amplitudo 0,5 milimeter,”kata dia.
Wiwit menjelaskan, perubahan aktivitas vulkanik Gunung Dempo tidak hanya dilihat dari kondisi visual. Petugas juga memantau sejumlah parameter menggunakan peralatan khusus.
“Indikatornya jika ada peningkatan aktivitas vulkanik yang dipantau menggunakan seismograf, tiltmeter dan GPS,” jelasnya.
Meski aktivitas Gunung Dempo tidak terpengaruh erupsi Anak Krakatau dan statusnya masih Level II, masyarakat maupun wisatawan tetap diminta tidak mendekati pusat aktivitas kawah.
Kawasan Kawah Marapi-Gunung Dempo masih memiliki potensi bahaya, salah satunya paparan gas vulkanik yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.
PVMBG juga merekomendasikan masyarakat, pendaki, dan wisatawan tidak mendekati maupun bermalam di sekitar pusat aktivitas Kawah Marapi-Gunung Dempo dalam radius 1 kilometer.
Larangan tersebut juga mencakup kegiatan camping di sekitar pusat aktivitas kawah. Pada sektor tertentu, radius kawasan yang harus dihindari diperluas hingga 2 kilometer, khususnya pada arah bukaan kawah di sektor barat laut hingga utara.
“PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak mendekati maupun bermalam di pusat aktivitas Kawah Marapi-Gunung Dempo dalam radius 1 kilometer,” kata Wiwit.
Kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Dempo bukan tanpa alasan. Gunung api tersebut sebelumnya sempat mengalami peningkatan aktivitas vulkanik pada Agustus 2025 dan April 2026.
Dalam periode tersebut, kawah Gunung Dempo sempat mengeluarkan asap dan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai sekitar 2.000 meter. (THQ)

