RELUNG.ID – Dunia penerbangan sempat merasakan pahit saat Covid-19 melanda di seluruh dunia. Penerbangan terhenti akibat beberapa negara menerapkan sistem lockdown.
Sudah hampir tiga tahun berlalu, kini dunia penerbangan kembali pulih, tak terkecuali Singapore Airlines (SIA) Group.
Maskapai ini langsung berinisiatif mengambil langkah dan memastikan jika mereka salah satu maskapai terbaik di dunia.
Terbukti dalam laporan tahunan 2024/2025, Singapore Airlines (SIA) Group mencatat pendapatan sebesar 19.540 juta dolar, naik 2,8 persen dibanding tahun 2023/2024 yakni 19.012 juta dolar
Di tahun yang sama, SIA Group juga mengangkut sebanyak 39,4 juta penumpang dan memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, hingga menembus laba bersih sebesar 2,778 juta dolar.
Meski demikian, dibalik tingginya angka tersebut ada cerita tentang keberanian SIA Group untuk melakukan transformasi dan membuktikan menjadi maskapai terbaik di dunia.

Terbang Tanpa Batas, Terkoneksi Tanpa Jeda
Terhitung sejak 1 Juli 2023, SIA menghadirkan Wi-Fi gratis tanpa batas bagi seluruh pelanggan di semua kelas kabin, termasuk Premium Economy dan Economy.
Di ketinggian 36.000 kaki, penumpang tetap dapat bekerja, berkomunikasi, atau sekadar berbagi momen perjalanan secara real-time.
Langkah ini bukan sekadar fasilitas tambahan. Di era digital, konektivitas adalah kebutuhan primer. SIA membaca perubahan perilaku global: pelancong modern ingin tetap produktif dan terhubung. Strategi ini menjadi fondasi transformasi layanan berbasis pengalaman.
“Saat ini dunia digital makin terhubung, konektivitas Wi-Fi berkecepatan tinggi dalam penerbangan menjadi salah satu kebutuhan yang penting bagi pelanggan kami. Karena ini ini menjadi langkah penting dalam upaya berkelanjutan SIA,” kata Senior Vice President Customer Experience, Singapore Airlines, Yeoh Phee Teik.
Dengan Wi-Fi berkecepatan tinggi ini, maka para pelanggan SIA Group dapat tetap terhubung, terhibur, dan tetap produktif bahkan di ketinggian 36.000 kaki di udara.
Ekspansi ke Beberapa Negara
Seiring dengan perkembangannya, SIA Group kembali melakukan ekspansi rute. Pada 2024, SIA membuka penerbangan ke Bandara Internasional Daxing Beijing, memperkuat konektivitas ke Tiongkok.
Rute ke Brussels kembali dioperasikan, serta penerbangan non-stop ke Bandara Gatwick London. Terbaru, penerbangan langsung dari Singapura ke Riyadh memperluas jejak di Timur Tengah.

Kecerdasan Buatan Masuk ke Kokpit Layanan
Di tahun 2025, SIA Group terus bertransformasi menjadi salah satu maskapai terbaik di dunia. Di tahun ini beragam kerjasama dilakukan salah satunya dengan OpenAI.
Kerjasama ini menjadi tonggak penting dengan tujuan untuk mengintegrasikan Generative Artificial Intelligence (GenAI) ke dalam ekosistem layanan dan operasional SIA.
Asisten virtual berbasis AI di situs resmi SIA kini ditingkatkan dengan kemampuan multimodal yang mampu memahami teks, audio, diagram, hingga video.
Bagi pelanggan, ini berarti pengalaman yang lebih intuitif dalam merencanakan perjalanan. Sistem mampu memberi rekomendasi destinasi, jadwal, hingga opsi terbaik berdasarkan preferensi personal.
Bagi staf operasional, AI membantu dalam penjadwalan kru, analisis data kompleks, hingga pengambilan keputusan cepat berbasis regulasi dan ketersediaan sumber daya. Teknologi tidak lagi menjadi pelengkap, melainkan motor efisiensi dan diferensiasi layanan.
Senior Vice President Information Technology Singapore Airlines, George Wang mengatakan, ini merupakan komitmen SIA untuk berinovasi digital dan kepemimpinan di industri penerbangan dengan memanfaatkan teknologi AI yang muktahir.
“Dengan teknologi ini, kami akan meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas staf, dan memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik secara menyeluruh, sehingga membantu mempertahankan posisi SIA Group sebagai pemimpin di industri ini,” jelasnya,

Dari Kabin ke Gaya Hidup
Tak kalah lebih menariknya, SIA pun membawa kabin pesawatnya untuk tetap dikenang dengan menghadirkan lebih dari 200 menu baru di Premium Economy Class.
Mulai dari hidangan musiman hingga keju dan biskuit premium. Presentasi diperbarui dengan nampan berukuran besar yang meningkatkan estetika dan kenyamanan bersantap di udara.
Tak berhenti di sana, SIA menggandeng Out of the Woods, produsen produk gaya hidup ramah lingkungan asal Amerika Serikat, untuk menghadirkan amenity kit berbahan kertas kraft bersertifikasi FSC, lengkap dengan perlengkapan berbahan daur ulang dan biodegradable.
Para pengguna SIA Group juga dimanjakan dengan program loyalitas KrisFlyer kini menjelma menjadi platform gaya hidup global.
Tercatat hingga Maret 2025, KrisFlyer ini telah berkembang menjadi ekosistem dengan lebih dari 10 juta anggota.
Anggota dapat mengumpulkan dan menukarkan miles melalui lebih dari 1.700 mitra global mulai dari perjalanan, kuliner, belanja, hingga pengalaman eksklusif.
Taklukan Langit dengan Keberanian Berinovasi
Menurut SIA Group industri penerbangan pasca pandemi bukan sekadar mengisi kembali kursi pesawat, tetapi membangun kembali kepercayaan, dengan menghadirkan relevansi dan keberanian berinovasi.
Kini SIA Group membuktikan dari Wi-Fi gratis tanpa batas, ekspansi global, kecerdasan buatan hingga sentuhan gaya hidup berkelanjutan telah mendefenisikan ulang arti menjadi salah satu maskapai terbaik di dunia. (LWM)

