Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Fakta Baru Terungkap, Terduga Maling Ayam Diduga Bawa Sajam dan Ancam Pemilik
Regional

Fakta Baru Terungkap, Terduga Maling Ayam Diduga Bawa Sajam dan Ancam Pemilik

RiyadiBy Riyadi29/07/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi pengeroyokan. (IST)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Sejumlah fakta baru terungkap dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan terduga pencuri ayam berinisial KD di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Berdasarkan keterangan keluarga salah satu tersangka dan tokoh adat setempat, korban diduga membawa senjata tajam (sajam) serta sempat mengancam pemilik ayam sebelum akhirnya dikeroyok warga.

Keterangan tersebut disampaikan Ni Putu Ayu Yuni Astini (24), istri salah satu tersangka pengeroyokan, saat ditemui di Desa Batunya, Selasa (28/7/2026).

Baca juga :   Kedapatan Bawa Sajam, Buruh Tani di Musi Rawas Ini Ternyata DPO Curat

Menurut Ayu, peristiwa bermula ketika iparnya yang juga pemilik ayam terbangun karena mendengar suara sepeda motor berhenti di depan kandang ayam pada malam hari.

“Setelah dicek ternyata si pencuri ini hendak bawa kabur ayam. Ipar saya yang memergoki lalu diancam pakai sajam yang dia bawa,” ujar Ayu.

Karena merasa terancam, iparnya kemudian menghubungi suaminya untuk meminta bantuan sekaligus meneruskan informasi kepada warga agar membunyikan kulkul bulus atau kentongan tanda keadaan darurat di bale banjar.

Baca juga :   Dishub Sumsel Ajak Publik Awasi Truk Batubara dan Mobilisasi Alat Berat di Jalan Umum

“Setelah kulkul bulus dibunyikan di bale banjar, warga kemudian berdatangan dan kejadian pengeroyokan itu pun terjadi,” katanya.

Ayu berharap suami dan ayah mertuanya yang kini ditetapkan sebagai tersangka dapat memperoleh keadilan. Ia mengaku kini harus menjalani hari-hari dengan penuh kecemasan bersama ibu mertua dan dua anaknya yang masih balita.

“Semoga ada keadilan untuk suami dan ayah mertua saya,” ucapnya.

Baca juga :   Hadiri Rekonsiliasi Pengelolaan Panas Bumi, Wali Kota Pagar Alam Dukung Program Transformasi Energi

Di hari yang sama, ratusan warga dari empat banjar adat di Desa Batunya menggelar pertemuan di Balai Banjar Dinas Juwuk Legi. Pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi mengenai kronologi peristiwa sekaligus menyampaikan sikap resmi desa adat setelah lima warga ditetapkan sebagai tersangka.

Bendesa Adat Banjar Dinas Juwuk Legi, I Nyoman Wirawan, mengatakan masyarakat menerima proses hukum yang sedang berjalan. Namun, menurutnya, berbagai narasi yang berkembang di media sosial belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan.

“Kami menghormati proses hukum karena ada orang meninggal. Tetapi kronologi yang sebenarnya juga harus didengar masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :   Menhut Raja Juli soal Asap Karhutla Sampai Negara Tetangga: Asap Tak Punya KTP

Wirawan menuturkan masyarakat selama ini merasa resah akibat maraknya aksi pencurian di wilayah tersebut. Ia juga mengklaim KD merupakan pelaku yang telah lama meresahkan warga.

Menurutnya, pengeroyokan terjadi secara spontan setelah warga mendengar bunyi kulkul bulus sebagai tanda keadaan darurat.

“Karena kulkul bulus berbunyi makanya warga spontan berdatangan,” katanya.

Baca juga :   Kronologi Mencekam Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni: Saya Ada di Dalam Saat Itu


Dalam pertemuan itu, warga juga meminta agar lima tersangka diberikan keringanan hukuman karena mereka merupakan tulang punggung keluarga. Selain itu, desa adat berencana menempuh jalur mediasi dengan keluarga korban guna memulihkan hubungan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya menegaskan penyidik masih mengumpulkan barang bukti tambahan untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang menyebabkan tewasnya KD.

“Intinya kami mencari dan mengumpulkan barang bukti untuk membuktikan bahwa terjadi perbuatan pengeroyokan yang menyebabkan kematian,” kata Daniel.

Baca juga :   TNI yang Terkena Celurit Saat Tangkap Pelaku Pencurian Ternyata Ajudan Waaster Kasdam II / Sriwijaya

Sejauh ini, Polres Tabanan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni berinisial MJ, WS, KB, ML, dan ND. Polisi juga telah memeriksa sedikitnya 18 saksi dalam penyelidikan kasus tersebut.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati sebelumnya mengungkapkan KD merupakan seorang residivis yang pernah terjerat kasus pencurian cengkih pada 2018. Selain itu, sepeda motor yang digunakan korban saat kejadian diketahui merupakan hasil pencurian di Kabupaten Bangli pada 2019.

Meski demikian, Bayu menegaskan proses penegakan hukum tetap harus dilakukan secara objektif dan sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga :   Warga Keluhkan Jalan Rusak Parah di Empat Lawang, Ini Respon Gubernur Sumsel

Di sisi lain, keluarga KD melalui kuasa hukumnya menyatakan akan melaporkan peristiwa pengeroyokan tersebut ke Polres Tabanan. Mereka meminta proses hukum berjalan secara profesional dan mengimbau seluruh pihak tidak memperkeruh suasana dengan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.[YKP]

Diungkap Fakta baru Kronologi Pelaku Bawa Sajam Pencuri Ayam Tewas Dimassa
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleKematian Sutrimo Jadi Sorotan, Komisi III DPR Desak Polisi Buka Hasil Penyelidikan
Next Article Diadaptasi dari Webtoon, Koo Kyo Hwan Tampil Mencolok di Film Revival Man: The Red
Riyadi

Related Posts

Regional

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/20266 Views
Regional

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/20263 Views
Regional

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,936 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,806 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,779 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?