Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Truk PT MME Dikawal Melintasi Jalan Negara, Warga Pertanyakan Larangan Angkutan Batubara

11/10/2026

Rumah Panggung di Bukit Baru Palembang Ludes Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Mobil

11/10/2026

Komisi VIII DPR RI Soroti Karhutla Sumsel, Pemadaman Udara Terkendala Asap

11/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Liputan Khusus»Fenomena Mutasi ASN di Sumsel Usai Pilkada: Terancam Nonjob, Berseberangan dengan Kepala Daerah Terpilih?
Liputan Khusus

Fenomena Mutasi ASN di Sumsel Usai Pilkada: Terancam Nonjob, Berseberangan dengan Kepala Daerah Terpilih?

ADMINBy ADMIN20/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi Kepala Daerah, Foto : Ist
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Fenomena perpindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke luar daerah kerap terjadi pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Tak terkecuali di Sumsel, saat sejumlah daerah melaporkan lonjakan mutasi ASN dalam dua bulan terakhir.

Berbagai alasan muncul di balik pengajuan mutasi ini, mulai dari faktor keluarga hingga pengembangan karir. Namun, menurut beberapa pengamat, fenomena ini juga tidak terlepas dari dinamika politik yang terjadi sejak akhir tahun lalu.

Baca juga :   Telkomsel Luncurkan ProtekSi Kecil, Solusi Terbaru untuk Lindungi Anak dari Konten Negatif di Internet

Umumnya, ASN yang mengajukan mutasi diduga terlibat dalam politik praktis dan mendukung pasangan calon (paslon) yang kalah dalam Pilkada. Mereka yang memiliki jabatan strategis merasa terancam akan dinonjobkan jika tetap bertahan di bawah kepemimpinan kepala daerah baru.

“Hal ini sebetulnya sudah menjadi rahasia umum, karena berkaitan dengan kenyamanan kerja dan ancaman terhadap karir,” kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan dan Politik, Ade Indra Chaniago.

Baca juga :   Mulai 18–24 Maret, ASN Sumsel Libur Lebaran Sepekan

Ade mengungkapkan, fenomena perpindahan ASN usai Pilkada sering terjadi akibat kedekatan ASN dengan calon yang maju dalam kontestasi politik. “Banyak ASN terlibat dalam kontestasi politik dengan harapan mendapatkan jabatan strategis jika calon yang mereka dukung menang. Ini menunjukkan buruknya implementasi meritokrasi dalam birokrasi,” tegas Ade.

Menurutnya, fenomena ini tidak hanya merugikan ASN, tetapi juga berdampak pada kualitas pelayanan publik. “ASN seharusnya fokus pada profesionalisme, bukan dinamika politik,” ujarnya.

Puluhan ASN Muba Ajukan Mutasi, Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel Jadi Favorit

Berdasarkan penelusuran redaksi, puluhan ASN dan pejabat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) disebut telah mengajukan mutasi ke berbagai daerah. Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel menjadi tujuan favorit. Meski demikian, narasumber yang enggan disebutkan namanya menolak memberikan keterangan lebih rinci.

Bahkan, disebutkan bahwa beberapa ASN rela memberikan sejumlah uang sebagai syarat mutasi. Meski hal ini belum terkonfirmasi secara resmi, fenomena pengajuan mutasi juga terjadi di daerah lain.

Baca juga :   Kaleidoskop Mei 2025: Dari Fitnah Medsos, Narkoba Pagar Alam hingga Skandal Korupsi PUPR OKU

Di Kota Lubuklinggau, dua ASN tercatat mengajukan perpindahan tugas. Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dian Candra, menjelaskan bahwa alasan perpindahan tersebut murni keinginan pribadi. “Datanya baru dua yang keluar. Alasannya pribadi,” ujar Dian pada Rabu (5/2/2025).

Sementara itu, proses penerimaan ASN baru di Lubuklinggau masih berlangsung. Hingga kini, hanya satu ASN dari Muratara yang telah resmi masuk ke Pemkot Lubuklinggau. “Yang baru masuk itu satu orang dari Muratara, atas nama Indra. Proses tes masih berjalan,” tambah Dian.

Baca juga :   Kaleidoskop Desember 2025: Sorotan Akhir Tahun atas Tata Kelola, Hukum, dan Keamanan Daerah

Fenomena serupa terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Menurut Sekretaris BKPSDM Muratara, Deni, hanya satu ASN yang mengajukan pindah ke Lubuklinggau. “Pengajuan ini sudah berlangsung lama dan harus melalui prosedur yang jelas, termasuk persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN),” jelas Deni.

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tercatat 17 ASN memilih mutasi ke luar daerah pada 2024. Kepala Bidang Mutasi dan Promosi BKPSDM OKI, Boy Darmawan, menyebut alasan utama perpindahan adalah faktor keluarga, seperti merawat orang tua atau mengikuti suami. “Ada juga yang merasa potensi karir mereka lebih berkembang di daerah baru,” ujar Boy.

Baca juga :   Wawako Palembang Prima Salam Ingatkan ASN: Layani Warga dengan Hati!


Sementara itu, di Kota Pagar Alam, 16 PNS mengajukan pindah tugas sepanjang 2024, dengan tiga orang lagi dalam proses pengajuan hingga Februari 2025. Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Pagar Alam, Evi Yuningsih Gumay, mengungkapkan bahwa alasan utama perpindahan adalah kedekatan dengan keluarga. “Paling sering, mereka ingin dekat dengan keluarga,” kata Evi.

Namun, tidak semua pengajuan diterima. ASN yang diangkat pada tahun 2019 terikat aturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) yang melarang mutasi sebelum mengabdi minimal 10 tahun di daerah asal.

Fenomena Mutasi ASN dan Praktik Pungli

Di sisi lain, fenomena mutasi ASN usai Pilkada memunculkan dugaan praktik pungutan liar (pungli). Direktur Eksekutif Suara Informasi Rakyat Sriwijaya (SIRA), Rahmat Sandi, menyebutkan bahwa momen pergantian kepala daerah sering dimanfaatkan oknum untuk memperlancar proses mutasi dengan imbalan tertentu, terutama uang.

Menurut Rahmat, proses mutasi antar daerah atau antar provinsi bisa memakan biaya mulai dari Rp30 juta hingga Rp100 juta, tergantung pada posisi dan daerah tujuan. Oknum-oknum ini berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mereka yang dekat dengan kepala daerah terpilih hingga tokoh politik.

Baca juga :   Sekda Palembang Pasang Ultimatum: ASN Malas dan Lamban Siap-siap Disanksi

“Fenomena ini tidak hanya soal politik praktis. Mereka menggunakan prinsip ekonomi, ada permintaan dan penawaran, yang notabene masuk dalam kategori pungli. Oleh sebab itu, harus diawasi ketat, oleh masyarakat, oleh inspektorat, bahkan oleh Aparat Penegak Hukum (APH),” jelasnya.

Rahmat menegaskan, pengawasan ketat dan transparansi dalam proses mutasi ASN wajib dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan, baik bagi ASN maupun masyarakat. (tim)

ASN Fenomena Mutasi ASN Mutasi Mutasi ASN Pelantikan Kepala Daerah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePrakiraan Cuaca Hari Ini di Sumsel, Palembang Berpotensi Diguyur Hujan Deras
Next Article 8 Siswa SD Jadi Korban Keracunan, Sampel MBG Diuji di Labfor Polda Sumsel
ADMIN

Related Posts

Liputan Khusus

Medan Karhutla Sumsel Makin Sulit Dijangkau, Motor Trail Pemadam Mau Digas ke Mana?

05/10/202612 Views
Liputan Khusus

[Laporan Khusus] KRI Sriwijaya-100, Menjaga Nama Besar Sejarah yang Kembali Berlayar di Laut Nusantara

01/10/202624 Views
Regional

Viral Oknum ASN Diduga Terobos Jalan Baru Dicor, Barikade Dipindahkan

29/09/20266 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,934 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,804 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,777 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?