RELUNG.ID – Gas LPG 3 kilogram di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel dinilai mengalami kelangkaan.
Hal ini dirasakan warga Kelurahan Sukadana yang harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram tersebut.
“Saya dari Kelurahan Sukadana, harus mencari penjual atau pengecer hingga kawasan Pahlawan. Itu saja harganya sudah tidak masuk akal,” kata Eka Dahlia, warga Kelurahan Sukadana, OKI ini.
Menurutnya, jika memang ketersediaan gas LPG cukup, dirinya bersama warga lainnya tidak sulit untuk membelinya. Namun, pada kenyataannya untuk mendapatkan gas LPG 3 kilogram tersebut, dia harus mencari ke beberapa tempat atau membeli ke pengecer dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Biasanya Rp 21 ribu, ini kami harus beli dengan harga Rp30 ribu. Terpaksa dibeli daripada tidak bisa masak nantinya,” terangnya.
Menanggapi kelangkaan tersebut, Kabid Dinas Perdagangan OKI, Juairiani mengatakan, pihaknya telah melakukan inspeksi tabung gas 3 kilogram baik di pangkalan maupun di pengecer.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, mulai dari pangkalan gas hingga pengecer tidak ditemukan permasalahan yang mengakibatkan kelangkaan LPG 3 Kg.
“Pendistribusian sudah sesuai dengan kuota maupun penyaluran ke pengecer,” kata Juairiani, Jumat (24/7/2026).
Pendistribusian ini pun diakui oleh Manajer SPPBE PT Sarana Agung Gas, M Fathoni. Dia menegaskan, jika tidak ada pengurangan terhadap pasokan LPG subsidi dari Pertamina untuk Kabupaten OKI.
“SPPBE tetap menerima pasokan sekitar 50 ton LPG dan mendistribusikannya menjadi sekitar 16.800 tabung per hari ke jaringan pangkalan yang dilayani,” singkatnya. (HWJ)

