RELUNG.ID– Juru Bicara PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli mengkritik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah meminta korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batang, Jawa Tengah, membawa bekal dari rumah.
Gibran sebelumnya mengunjungi korban yang dirawat di RSUD Limpung dan Puskesmas Bawang, Kabupaten Batang, Senin (28/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gibran meminta maaf kepada korban dan keluarga serta meminta investigasi dugaan keracunan segera dituntaskan secara transparan.
Pernyataan Gibran agar siswa membawa bekal dari rumah kemudian menuai kritik dari Guntur.
Menurut Guntur, imbauan tersebut justru menimbulkan pertanyaan mengenai keberlangsungan program MBG yang merupakan program pemerintah.
“Gibran rajin cari simpati, nyuruh korban MBG bawa bekal dari rumah, program pemerintah sendiri dicampakkan? Datang ke rumah sakit, meminta maaf, lalu menitip pesan: anak-anak bawa bekal dari rumah saja… Ini pengakuan: negara sendiri tak lagi percaya pada makanan yang dimasaknya,” ujar Guntur.
Guntur menilai pemerintah seharusnya melakukan pembenahan terhadap sistem penyediaan dan distribusi makanan MBG, terutama setelah muncul dugaan keracunan yang dialami penerima manfaat.
“Wapres yang seharusnya memegang kendali koreksi justru menyuruh rakyat menyelamatkan diri. Kalau bekal dari rumah lebih aman, untuk apa triliunan rupiah digelontorkan ke dapur-dapur SPPG?” katanya.
Guntur juga mempertanyakan langkah pemerintah dalam memastikan keamanan makanan yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menilai permintaan maaf dan kunjungan kepada korban perlu diikuti dengan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Sementara itu, Gibran dalam kunjungannya menegaskan penanganan kesehatan korban menjadi prioritas pemerintah. Ia meminta korban mendapatkan pelayanan hingga pulih dan memastikan keluarga tidak dibebani biaya pengobatan.
Gibran juga meminta hasil investigasi dugaan keracunan disampaikan secara transparan kepada masyarakat serta pengawasan terhadap pelaksanaan program diperkuat.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 28 September 2026 pukul 07.00 WIB, jumlah penerima manfaat MBG yang terdampak dugaan keracunan di Batang tercatat lebih dari 700 orang.
Kritik Guntur tersebut muncul di tengah sorotan terhadap keamanan pelaksanaan program MBG, sementara pemerintah masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian di Batang.[YKP]

