RELUNG.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Dempo di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, kembali meningkat.
Pada Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 11.45 WIB, gunung api tersebut mengalami erupsi dengan semburan kolom abu mencapai ketinggian sekitar 3.500 meter dari kawah.
Erupsi ini menjadi yang kedua dalam kurun waktu lebih dari sepekan terakhir, setelah sebelumnya Gunung Dempo juga menyemburkan abu setinggi kurang lebih 1.500 meter.
Berdasarkan hasil pemantauan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dempo, kondisi cuaca di sekitar puncak terpantau cerah saat erupsi terjadi. Secara visual, kolom abu berwarna putih terlihat jelas membumbung tinggi dari kawah.
Selain pengamatan visual, aktivitas kegempaan juga tercatat melalui alat seismograf. Data menunjukkan adanya gempa letusan dengan amplitudo 30 mm dan durasi 829 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 11 mm dan durasi 86 detik.
Tremor menerus (microtremor) juga terdeteksi dengan amplitudo berkisar antara 0,5 hingga 1 mm.
Saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Dempo pada Level II atau Waspada.
Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati kawasan puncak dan kawah dalam radius 1 kilometer, serta menjauhi arah bukaan kawah hingga 2 kilometer ke sektor utara karena potensi bahaya gas vulkanik dan material letusan.
Kepala KPH Wilayah X Dempo, Heri Mulyono mengatakan, sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menutup seluruh aktivitas pendakian dan perkemahan di kawasan tersebut.
Kebijakan ini berlaku bagi masyarakat maupun wisatawan hingga waktu yang belum ditentukan.
“Demi keamanan dan keselamatan masyarakat dan wisatawan maka itu kegiatan pendakian dan perkemahan ke puncak Dempo kami tutup sampai waktu yang tidak di tentukan,” pungkasnya. (TFK)

