RELUNG.ID – Universitas Terbuka (UT) Palembang mempersiapkan pelaksanaan semester baru dengan menggelar pelatihan bagi para tutor.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti 70 peserta, yang sebagian besar merupakan tutor baru.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari program tahunan UT Palembang untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kompetensi tutor dalam menjalankan pembelajaran pada sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Direktur UT Palembang, Muhammad Tair mengatakan, pelatihan menjadi tahapan penting sebelum tutor mulai mendampingi mahasiswa.
Menurutnya, setiap tutor perlu memahami standar pelaksanaan tutorial yang diterapkan UT agar proses pembelajaran berjalan sesuai pedoman.
“Hari ini adalah kegiatan pelatihan tutor yang merupakan program tahunan UT Palembang. Seorang tutor wajib kita latih terlebih dahulu agar memiliki kesamaan persepsi bagaimana melaksanakan kegiatan tutorial sesuai dengan standar yang ada di Universitas Terbuka,” ujar Tair yang akrab disapa Naim, Sabtu (19/9/2026).
Ia menjelaskan, tutorial merupakan salah satu layanan pembelajaran UT untuk membantu mahasiswa memperkuat pemahaman terhadap materi perkuliahan. Karena itu, tutor tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu mengelola kelas dan membangun interaksi dengan mahasiswa.
Tutor juga harus mempersiapkan bahan ajar dan presentasi, hadir secara disiplin, serta mendorong mahasiswa agar aktif mengikuti proses pembelajaran.
“Tutor merupakan mitra penting dalam mendorong kesuksesan layanan tutorial. Tutor harus menyiapkan bahan ajar, PowerPoint, hadir disiplin, serta memicu dan memacu mahasiswa agar lebih semangat,” katanya.
Naim mengungkapkan, UT Palembang saat ini memiliki hampir 850 tutor yang akan melayani sekitar 2.500 kelas mata kuliah di 50 lokasi tutorial.
Jumlah mahasiswa yang mengikuti layanan pendidikan UT Palembang pada semester ini mencapai 48.019 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran 43 ribu mahasiswa.
Pelaksanaan tutorial dijadwalkan dimulai pada pekan depan dengan delapan kali pertemuan dan berlangsung hingga November 2026.
“Semester ini hampir 850 tutor yang ada di UT Palembang. Kita terbanyak se-Indonesia untuk kelas tutorial mata kuliah, hampir 2.500 kelas mata kuliah di semester ini, di 50 tempat lokasi tutorial, dengan total mahasiswa 48.019 mahasiswa,” jelasnya.
Sejumlah program studi menjadi pilihan yang banyak diminati mahasiswa, di antaranya Manajemen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Hukum.
Naim menekankan, tutor wajib menguasai bahan ajar utama yang digunakan UT. Materi yang diberikan kepada mahasiswa juga harus menggunakan edisi terbaru agar proses pembelajaran tetap sesuai dengan perkembangan kurikulum.
“Bahan ajar pokok UT yang utama harus dipelajari dan dibaca. Dokumen wajib dikuasai dan bahan ajar yang dipegang harus sesuai dengan materi pokok terkini, jangan sampai menggunakan edisi lama,” tegasnya.
Selain mengikuti pelatihan, tutor yang direkrut UT Palembang harus memenuhi persyaratan akademik, salah satunya memiliki pendidikan minimal magister (S2) yang linier dengan bidang keilmuan.
Ketua Pelaksana Pelatihan Tutor, Redi Pirmansyah mengatakan, tutor UT berasal dari kalangan akademisi maupun praktisi yang direkrut untuk membantu proses pembelajaran mahasiswa.
“Peserta ada 70 orang dan mereka sangat antusias. Pelatihan ini diberikan kepada para tutor yang baru bergabung. Sebelum belajar mengajar, kita bekali dengan pengetahuan terkait kegiatan tutorial yang akan berlangsung,” kata Redi.
Ia menjelaskan, pelatihan dibagi dalam dua tahapan. Hari pertama peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem dan pelaksanaan pembelajaran di UT, sedangkan hari kedua diisi dengan simulasi mengajar.
Materi yang diberikan meliputi mekanisme tutorial, strategi pembelajaran, sistem penilaian, pelaporan, serta berbagai ketentuan yang harus dipahami tutor dalam menerapkan sistem PJJ.
Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni UT Palembang, Mustika Diana menambahkan, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi tutor agar mampu menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh secara efektif.
“Tujuannya menciptakan tutor yang berkualitas, meningkatkan kompetensi agar tutor dapat mengajar dan memahami pembelajaran jarak jauh atau sistem PJJ yang ada di Universitas Terbuka,” ujarnya.
Menurut Mustika, tutor baru menjadi prioritas karena mereka perlu memahami karakteristik pembelajaran di UT, mulai dari aturan mengajar, jumlah pertemuan, materi yang harus disiapkan, hingga mekanisme interaksi dengan mahasiswa.
“Yang diutamakan tutor baru agar memahami apa saja kompetensi PJJ, termasuk aturan-aturan dalam mengajar, berapa kali mereka mengajar, materi apa yang harus dimiliki, dan memahami tutorial,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses tutorial di UT tidak hanya berfokus pada penyampaian materi dari tutor kepada mahasiswa. Interaksi dua arah menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang efektif.
“Strategi pembelajaran dilakukan dua arah antara tutor dengan mahasiswa,” katanya.
Mustika menilai, pemahaman mahasiswa terhadap materi dan kemampuan menyelesaikan evaluasi pembelajaran menjadi salah satu indikator bahwa proses pendampingan yang dilakukan tutor berjalan efektif.
Para tutor UT Palembang sendiri berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan, di antaranya Palembang, Banyuasin, Prabumulih, Lubuklinggau, dan wilayah lainnya. (ril)

