RELUNG.ID – Harga emas perhiasan hari ini kembali memecahkan rekor menembus angka Rp12.650.000 per suku atau 6.7 gram.
Harga tersebut mengalami lonjakan Rp200 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang hanya Rp12.450.000 per suku.
Pengamat Ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Sukanto menyebutkan, kenaikan harga emas ini disebabkan minat masyarakat menabung diperbankan lesu. Sehingga masyarakat mulai berinvestasi di emas dalam jangka waktu panjang.
Dari data Bank Indonesia, terlihat keinginan masyarakat untuk menabung menurun ke level 12,5 persen.
“Salah satu penyebabnya adalah menurunnya keinginan masyarakat untuk menabung,” katanya, Rabu (8/10/2025).
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) Moh Wahyu Yulianto menambahkan, berdasarkan laporan nilai inflasi September 2025 di angka 3,44 persen, komoditas emas perhiasan dan batangan masih berkontribusi tinggi.
“Periode September ini emas perhiasan menberikan andil sebesar 1,06 persen terhadap inflasi Sumsel secara tahunan (year on year),” terangnya.
Menanggapi meningkatnya minat emas, Tia mengatakan, dirinya sengaja membeli emas karena menurutnya harga emas konsisten mengalami kenaikan. Selain itu, minim anjlok atau menurun.
“Sepertinya kalau turun susah ya (emas perhiasan). Malahan naik terus. Paling mentok stabil (gak bergerak) bukan malah turun,” terangnya.
Menurutnya, masyarakat yang paham akan investasi dan memiliki literasi keuangan tentunya juga berinvestasi dengan emas khususnya dalam jangka waktu yang panjang.
“Emas ini memang fluktuatif, tapi terus menanjak harganya,” singkatnya. (CKM)

