Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Harga Telur Anjlok, Peternak Pati Desak SPPG Serap Produk Lokal untuk Program MBG
Regional

Harga Telur Anjlok, Peternak Pati Desak SPPG Serap Produk Lokal untuk Program MBG

RiyadiBy Riyadi11/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Ratusan peternak ayam dan telur di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Senin (10/8/2026). Mereka mendesak pemerintah memastikan produk unggas peternak lokal diserap untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para peternak menilai penyerapan telur lokal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pati masih rendah. Bahkan, mereka menyebut sejumlah SPPG masih mendapatkan pasokan telur dari luar daerah karena alasan harga yang lebih murah.

“SPPG ngambilnya dari luar daerah. Cari yang lebih murah,” ujar salah seorang peternak saat aksi.

Baca juga :   Ditolak Lapor Polisi Sendirian, Korban Begal di Palembang Minta Pendampingan Damkar

Kondisi tersebut dinilai ironis mengingat Kabupaten Pati memiliki ratusan peternak ayam dan telur yang saat ini justru kesulitan memasarkan hasil produksi mereka.

Ketua Asosiasi Peternak Unggas Kabupaten Pati, Dwi Agus Siswanto, mengatakan persoalan penyerapan telur menjadi salah satu tuntutan utama yang disampaikan peternak dalam aksi tersebut.

Menurut Dwi, peternak membutuhkan kepastian pasar di tengah anjloknya harga telur yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Baca juga :   Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur karena Sakit Jantung

Harga telur di tingkat peternak saat ini hanya sekitar Rp20.000 per kilogram. Padahal, harga ideal berdasarkan harga acuan pemerintah berada di kisaran Rp26.500 per kilogram.

Artinya, peternak mengaku mengalami kerugian sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 untuk setiap kilogram telur yang terjual.

“Kita tiap hari rugi Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilonya,” kata Dwi.

Baca juga :   Belasan Siswa dan Guru Jadi Korban Tabrakan Kendaraan MBG di Cilincing Jakarta Utara

Ia menyebut kondisi tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan, sejak setelah Lebaran hingga sekarang. Berbagai komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, menurut dia, belum menghasilkan solusi konkret.

Kondisi tersebut membuat sebagian peternak akhirnya menghentikan usahanya.

Dari sekitar 600 peternak rakyat di Kabupaten Pati, Dwi memperkirakan sekitar 20-25 persen atau sekitar 100 hingga 150 peternak telah gulung tikar.

Baca juga :   Cegah Pulihkan Listrik Pasca Hujan Badai di Palembang, PLN Terjunkan 20 Personel

“Kalau diterus-teruskan, kita tutup semua,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, para peternak bahkan membagikan sekitar 1 ton ayam dan 1 ton telur kepada masyarakat di sekitar lokasi. Aksi tersebut menjadi simbol bahwa peternak sudah kesulitan bertahan dengan kondisi harga komoditas yang tidak menguntungkan.

Tak hanya membagikan hasil ternak, massa juga melakukan aksi simbolis dengan memakan ayam hidup di depan pagar Kantor Bupati Pati.

Baca juga :   Disdik Palembang Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Normal

Aksi kemudian memanas setelah massa merasa kecewa karena pejabat Pemkab Pati belum menemui mereka. Para peternak kemudian melempari Pendopo Kabupaten Pati dengan telur.

Selain meminta perbaikan harga jual, peternak mendesak pemerintah memastikan hasil produksi mereka mendapat pasar melalui program-program pemerintah, khususnya MBG.

Mereka menilai program MBG seharusnya dapat menjadi peluang bagi peternak rakyat untuk mendapatkan kepastian pasar.

Baca juga :   Ditinggal Pulang Kampung, Isi Rumah Warga di Lubuklinggau Ludes Dibobol Maling

Sebelumnya, peternak mengaku telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak mengenai penyerapan telur lokal untuk kebutuhan SPPG. Namun, mereka menilai kesepakatan tersebut belum berjalan sesuai harapan karena belum ada nota kesepahaman (MoU) yang benar-benar menjamin penyerapan produk peternak lokal.

Dwi mengatakan sejumlah pihak sebenarnya telah menandatangani kesepakatan, termasuk pemerintah daerah, DPRD, dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Pati.

“Kita kasih deadline sampai akhir bulan ini. Bila tidak tercapai lagi, kita akan mengeluarkan massa sebesar-besarnya,” tegasnya.

Baca juga :   Pemerintah Pastikan THR untuk ASN SPPG di 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, akhirnya menemui massa peternak. Ia menyatakan Pemkab Pati akan mengawal tuntutan peternak hingga ke pemerintah pusat.

“Untuk harga pakan ataupun harga yang memberatkan peternak, akan kami kawal ke tingkat pusat,” kata Chandra di hadapan massa.

Terkait penyerapan telur lokal untuk MBG, Chandra mengatakan pihaknya telah memanggil pihak terkait untuk memastikan SPPG mengutamakan produk unggas dari peternak Pati.

Baca juga :   Pria di Sumsel, Jadi Polisi Gadungan Untuk Pikat Wanita dan Uangnya

“Hari ini saya sudah panggil ketua SPB-nya untuk terus berkoordinasi. Supaya semua SPPG mengambil dari grupnya Pati sendiri,” ujarnya.

Ketua DPRD Pati yang turut menemui massa juga menyatakan akan menindaklanjuti persoalan penyerapan telur dan daging ayam lokal.

Menurutnya, persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah akan diselesaikan di tingkat daerah. Sementara persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat akan diteruskan ke pemerintah pusat.

Baca juga :   Soal Keracunan MBG di Sumsel, Herman Deru Soroti Dapur Resmi

“Diutamakan daging dan telur dari lokal,” tegasnya.

Para peternak menyatakan akan terus mengawal komitmen tersebut. Mereka memberikan batas waktu hingga akhir Agustus 2026 untuk melihat realisasi kesepakatan.

Jika tuntutan tidak kunjung direalisasikan, peternak mengancam kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.[YKP]

Anjlok Harga Telur MBG Produk Lokal SPPG
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleDikejar Korban, Pelaku Curanmor di Palembang Tewas Usai Tabrak Tiang Listrik
Next Article Drag Race Kotamobagu Berujung Maut, 8 Penonton Tewas Ditabrak Mobil Pembalap
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,901 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,774 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,747 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?