RELUNG.ID – Sebanyak puluhan pemuda dan pemudi dari Kabupaten Lahat, Pagaralam dan beberapa daerah lain di Sumsel melakukan aksi demo.
Aksi ini bertepatan dengan peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada Senin, 22 April 2024.
Dalam aksi ini, para pemuda dan pemudi membentangkan spanduk berukuran 4×3 meter di Jembatan Kebur PLTU Keban Agung, Simpang 3 Lembayung dan Taman Ayek Lematang, Lahat.
Spanduk tersebut berisikan tulisan “KEMANA PAHLAWAN BUMI SEGANTI SETUGUAN SIAPA PERUSAK SUNGAI LEMATANG USUT PERUSAK LINGKUNGAN”.
Koordinator aksi, Reza Yuliana mengatakan, aksi ini tidak hanya diikuti anggota Yayasan Anak Padi, tetapi juga didukung oleh Sumsel Bersih, Green Leadrship Indonesia Posko Merdeka dan Komunitas Pecinta Alam Mapatera.
Menurutnya, dukungan dari komunitas dan masyarakat luas ini sangat dibutuhkan agar perjuangan mengembalikan udara sehat dan lahan produktif.
“Jadi aksi dan pendampingan akan terus dilakukan,” kata Reza yang juga pengurus Yayasan Anak Padi.
Saat ini, dia menilai mayoritas lahan di Kabupaten Lahat kini dieksploitasi perusahaan tambang batubara dan PLTU. Sehingga udara bersih dirampas bahkan lahan pun kini tidak produktif lagi akibat aktivitas pertambangan ini.
“Eksploitasi batubara ini tentunya mengancam bencana besar bagi masyarakat terutama di kawasan Merapi area,” terangnya.
Bencana ini mulai dari sulitnya air bersih, banyak tanaman dan hewan yang terancam punah. Serta bencana hidrometeorologi.

