Dia mencontohkan, pada 9 Maret 2023 hampir separuh kawasaan Kabupaten Lahat terendam banjir. Dimana diantaranya 18 Desa yang berada di Merapi Barat terkena banjir bandang.
“Salah satu desa yang rentan terjadinya banjir yaitu Desa Muara Maung karena meluapnya Sungai Kungkilan,” ujarnya.
Dia berharap, aksi bentang spanduk ini dapat membuka mata pemerintah dan stakeholder agar memberikan solusi permasalahan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Lahat dan tentunya menambah barisan pemuda dan masyarakat yang bernai dalam memperjuangkan hak atas lingkungan yang baik dan sehat.
Sementara itu, Perwakilan dari Mapatera Pagaralam, Ariansa menambahkan, pihaknya sengaja datang ke Lahat untuk ikut aksi bersama dalam membantu kampanye kerusakan lingkungan yang terjadi di daerah tersebut.
Menurutnya, selama menginap di posko Yayasan Anak Padi, pihaknya menyaksikan dan merasakan langsung dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan.
“Dampaknya ini ke pencemaran udara, jalan raya berdebu serta air sungai yang tercemat. Karena itu, kami bersatu melawan kerusakan lingkungan ini,” pungkasnya

