RELUNG.ID- Kenaikan pajak kendaraan bermotor di Sumatera Selatan memunculkan kekhawatiran dari kalangan pelaku industri otomotif. Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan perwakilan dealer meminta Gubernur Sumsel, Herman Deru, untuk menunda pemberlakuan kebijakan tersebut melalui skema relaksasi.
Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan bertajuk “Silaturahmi dan Diskusi Potensi Dukungan Pemerintah Daerah untuk Keberlangsungan Sektor Otomotif” yang digelar di Hotel Salatin, Rabu (25/6/2025).
Mereka menilai kebijakan kenaikan opsen pajak akan berdampak langsung terhadap harga jual kendaraan, khususnya pada komponen Bea Balik Nama (BBN) dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
“Kawan-kawan dari ATPM dan dealer di Sumsel meminta agar kebijakan kenaikan pajak ini ditinjau kembali karena dikhawatirkan akan menurunkan daya beli masyarakat dan memperlemah industri otomotif daerah,” ujar Gubernur Herman Deru usai pertemuan.
Menurut Deru, pemerintah harus menyeimbangkan tiga kepentingan utama: pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sebagian besar berasal dari sektor pajak kendaraan, perlindungan terhadap daya beli masyarakat, serta keberlangsungan usaha dealer dan ATPM yang menyerap banyak tenaga kerja.
“Saya minta agar kita cari solusi bersama. Jangan sampai satu pihak dikorbankan. Kita harus duduk bersama, pemerintah, ATPM, dan asosiasi dealer,”tegasnya.
Ia menyatakan akan memberi tenggat waktu hingga awal Juli 2025 untuk menyerap masukan dari seluruh pihak terkait sebelum mengambil keputusan.
“Sebelum tanggal 5 Juli, saya ingin semua masukan sudah dikumpulkan untuk kita bahas bersama,”katanya.
Sementara itu, Operation Manager Auto2000 Sumatera, Biyouzmal, menyampaikan bahwa saat ini kondisi pasar otomotif sedang mengalami penurunan hingga 21 persen. Pihaknya berharap ada relaksasi agar beban tambahan tidak semakin memperburuk penjualan kendaraan.
“Kami berharap ada kelonggaran. Harga BBM naik, ekonomi masih belum stabil. Kalau pajak naik, pasar bisa makin lesu,”ujarnya.
Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sumsel yang membuka ruang dialog.
“Respons Pak Gubernur sangat baik. Kami harap keputusan nanti bisa menjaga keberlangsungan industri otomotif dan tetap berpihak pada masyarakat,”tutupnya. [CKM]

