Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»IDI Berduka atas Meninggalnya Pasien BPJS Yurizal, Dokter yang Diduga Menghina Dipanggil untuk Klarifikasi
Regional

IDI Berduka atas Meninggalnya Pasien BPJS Yurizal, Dokter yang Diduga Menghina Dipanggil untuk Klarifikasi

RiyadiBy Riyadi06/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Layanan BPJS Kesehatan. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan, pasien peserta BPJS Kesehatan yang sempat viral setelah mengeluhkan harus menunggu ruang rawat inap selama delapan jam dan menjadi sasaran komentar bernada menghina di media sosial.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, dr. Wiweka, mengatakan pihaknya turut berduka cita atas wafatnya Yurizal dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Pertama tentunya kami dari IDI mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya pasien yang lagi viral tersebut. Semoga amal baiknya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar dr. Wiweka, Rabu (5/8/2026).

Baca juga :   Menhut Raja Juli dan Menteri Karding Klarifikasi Foto Viral Bermain Domino

Selain menyampaikan duka cita, IDI juga menaruh perhatian serius terhadap dugaan pelanggaran etik oleh tenaga kesehatan yang memberikan komentar tidak pantas melalui media sosial.

Menurut Wiweka, tenaga kesehatan memang diperbolehkan menggunakan media sosial, namun pemanfaatannya harus untuk edukasi kepada masyarakat, bukan untuk menghina pasien, mempromosikan diri, maupun mempromosikan produk tertentu.

“Kami concern terhadap permasalahan etik ini karena memang dalam keilmuannya tenaga kesehatan itu boleh bermedia sosial, tetapi sifatnya edukasi. Bukan untuk promosi diri, promosi produk, ataupun menghujat,” katanya.

Baca juga :   Warga Diimbau Pahami Ketentuan JKN-KIS, Tak Semua Pengobatan Ditanggung


Wiweka mengatakan PB IDI telah menginstruksikan pengurus IDI di daerah untuk memanggil dokter yang bersangkutan guna memberikan klarifikasi dan pembinaan.

“Kami juga sudah menginstruksikan IDI wilayah setempat untuk melakukan pemanggilan, klarifikasi, dan pembinaan terhadap dokter yang bersangkutan,” ujarnya.

Selanjutnya, penanganan perkara akan dilakukan melalui Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK). Sebelum memasuki sidang etik, dokter yang bersangkutan akan menjalani proses klarifikasi atau tabayyun.

Baca juga :   Air Mulai Menipis, Karhutla Muara Medak Muba Capai 115 Hektare

Apabila ditemukan indikasi pelanggaran etik, MKEK akan melanjutkan pemeriksaan untuk menentukan tingkat pelanggaran serta sanksi yang sesuai.

“Ini akan diselesaikan oleh MKEK. Kalau memang ada indikasi kesalahan, sebelum dilakukan persidangan kami akan melakukan pemanggilan sejawat untuk klarifikasi atau tabayyun. Setelah dinilai, baru masuk ke dalam pemeriksaan etik untuk dilihat seberapa besar kesalahannya,” jelas Wiweka.

Ia menambahkan, hasil pemeriksaan dapat mengategorikan pelanggaran dalam tingkat ringan, sedang, berat hingga sangat berat. Sanksi yang diberikan bertujuan sebagai pembinaan terhadap profesi dokter.

Baca juga :   RS AR Bunda Prabumulih Klarifikasi Laporan Dugaan Malapraktik Persalinan 2019

Kasus ini bermula ketika Yurizal Tri Chaerawan mengunggah pengalamannya di media sosial terkait lamanya menunggu ruang rawat inap meski mengaku sudah berada dalam kondisi kritis.

Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu beragam komentar dari warganet, termasuk sejumlah akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan. Beberapa komentar dinilai tidak menunjukkan empati, bahkan mengandung unsur perundungan terhadap pasien.

Salah satu komentar yang menjadi sorotan berasal dari dokter Beni Christian Sihombing, yang bertugas di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Dalam komentarnya, ia sempat menyinggung bahwa ruang jenazah selalu tersedia ketika ruang perawatan penuh.

Baca juga :   Siapa Ferry 'Boboho'? Nama yang Kembali Terseret dalam Kasus Febrie Adriansyah

Komentar tersebut menuai kecaman luas di media sosial.

Setelah menuai kritik, dokter Beni menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya. Ia mengaku menyesali komentarnya dan turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal.

Ia juga menyatakan siap bertanggung jawab dan menerima seluruh konsekuensi, baik proses hukum maupun sanksi etik dari IDI, MKEK, rumah sakit tempatnya bertugas, maupun instansi terkait lainnya.

Baca juga :   Jessica Mila Klarifikasi soal Tetap Berlayar ke Padar-Komodo Saat Rute Ditutup

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di Threads. Saya juga menyampaikan turut berdukacita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal,” ujar Beni.

Ia menambahkan siap mengikuti seluruh proses yang berjalan tanpa melakukan pembelaan maupun menggunakan pendamping hukum.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan memicu kembali pembahasan mengenai pentingnya etika tenaga kesehatan dalam berinteraksi di media sosial, terutama ketika menyikapi keluhan pasien.[YKP]

BPJS Hina Pasien IDI Klarifikasi Panggil Nakes
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePDAM Tirta Musi Klaim Produksi Air Bersih Tetap Stabil di Tengah Kemarau Panjang
Next Article Macet 40 Kilometer Lumpuhkan Jalintim, Dishub Sumsel Desak Tol Palembang–Betung Segera Difungsikan
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,911 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,783 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,756 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?