Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»ISPU Memburuk, Pemprov Sumsel Siapkan Opsi Liburkan Sekolah dan Perkantoran
Regional

ISPU Memburuk, Pemprov Sumsel Siapkan Opsi Liburkan Sekolah dan Perkantoran

alwiBy alwi14/08/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Gubernur Sumsel Herman Deru. (Dudi/Relung)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai menyiapkan langkah antisipasi jika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin berdampak terhadap kualitas udara.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah meliburkan sementara sekolah dan menghentikan aktivitas perkantoran apabila Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) telah berada pada level yang tidak lagi dapat ditoleransi.
Baca juga :   Akses Air Bersih di Muratara Disorot, DPRD Sumsel Desak Pemprov Bangun Sarana di Desa Embacang Baru Ilir
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, kebijakan tersebut akan diambil dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
“Kalau ISPU-nya sudah tidak bisa ditoleransi, tentu kita ambil kebijakan,” kata Herman Deru, Kamis (13/8/2026).
Menurut Deru, kondisi udara di sejumlah wilayah Sumsel mulai mengalami penurunan seiring meningkatnya aktivitas karhutla.
Baca juga :   Delapan Pejabat Eselon II Resmi Dilantik, Apriyadi Gabung Jadi Asisten I di Pemprov Sumsel
Pemerintah kini terus memperkuat penanganan kebakaran untuk mencegah asap semakin meluas ke kawasan permukiman.
Deru menegaskan keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama. Terlebih, paparan asap dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak.
“Kita tidak mau anak-anak atau kita semua ini terpapar akibat ISPU yang tidak sehat. Tapi selama ini masih di ambang batas yang bisa ditoleransi,” ujarnya.
Baca juga :   Waktu Tempuh 40 Menit, Tol Bayung Lencir Segera Bertarif
Di tengah meningkatnya kebutuhan penanganan karhutla, Deru memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi upaya pemerintah dalam memadamkan kebakaran.
Menurutnya, sumber daya akan tetap dikerahkan sesuai kebutuhan di lapangan. Bahkan, ia menegaskan penanganan karhutla menjadi pengecualian ketika kebutuhan penanganan meningkat.
“Kalau untuk penanganan karhutla, kita unlimited,” tegasnya.
Baca juga :   Prakiraan Cuaca di Sumsel Hari Ini, Palembang Berpotensi Hujan Deras
Deru menjelaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama karena kebakaran dapat muncul kapan saja dan berada di lokasi yang tidak selalu mudah dijangkau.
Informasi awal mengenai titik kebakaran diperoleh melalui sistem pemantauan yang dimiliki pemerintah maupun aparat. Setelah informasi diterima, petugas kemudian dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
“Kadang datangnya tengah malam. Baru bisa dikerjakan setelah kita mendapat informasi dari aplikasi yang kita miliki,” katanya.
Baca juga :   Usut Kasus Korupsi Pemeliharaan Lampu Jalan, Belasan Anggota DPRD Palembang Jadi Saksi
Meningkatnya ancaman karhutla juga tidak terlepas dari kondisi lahan yang semakin kering memasuki puncak musim kemarau.
Deru mengatakan sejumlah kawasan yang sebelumnya masih memiliki genangan, endapan air maupun lumpur basah kini mulai kehilangan kelembapannya. Kondisi tersebut membuat lahan semakin mudah terbakar.
“Sekarang kita sadari saat ini kering. El Nino ini kemaraunya adalah kemarau kering. Yang biasanya terdapat endapan, genangan, lumpur basah, saat ini sudah mulai mengering,” tutupnya. (THQ)
Gubernur Sumsel Herman Deru ISPU Pemprov Sumsel Sekolah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBerawal dari Atlet Renang, Cerita Perjuangan Zalvira Jadi Paskibraka Sumsel
Next Article Bapenda Muba Tempel Stiker Teguran di Reklame Penunggak Pajak
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,877 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,749 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,723 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?