RELUNG.ID – harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI setelah mengalami luka tembak di bagian pinggang hingga menembus dengkul bagian belakang.
Andre diduga merupakan korban tawuran yang terjadi di Jembatan Ogan Kertapati, Kecamatan Kertapati, Palembang, Selasa (4/3) dini hari.
Teman korban, Deden mengatakan, dirinya tidak mengetahui kapan Andre tertembak. Namun, memang sesaat sebelum kejadian terdengar suara letusan yang cukup keras dan korban sudah terkapar dengan kondisi bersimbah darah.
“Saya mendengar suara letusan yang sangat besar satu kali dan melihat korban ini sudah terkapar, sehingga saya meminjam motor untuk mengantarkan korban ke Rumah Sakit,” katanya.
Dia menerangkan, bahwa korban terluka di bagian pinggang tapi untuk pelurunya tertinggal di bagian belakang dengkul kaki sebelah kanan.
Sementara itu, Nenek Korban, Emi menjelaskan, dia menerima kabar cucunya sudah berada di rumah sakit dari warga sekitar.
“Saat itu saya sedang ke warung dan mendapatkan informasi kalau cucu saya ini sudah tertembak saat berada di TKP,” ungkapnya.
Dia kemudian pulang ke rumah untuk memastikan informasi tersebut, dan didapatkan bahwa cucunya tidak berada di rumah.
“Saya baru percaya saat teman-temannya datang ke rumah kalau cucunya berada di Rumah Sakit, sehingga saya langsung ke Rumah Sakit,” jelasnya.
Lukanya di bagian pinggang tembus ke bagian dengkul kaki sebelah kanan, hingga masih menempel untuk pelurunya. “Untuk itu direncanakan untuk dilakukan operasi dalam pengangkatan peluru yang bersarang tersebut,” terangnya
Menanggapi hal ini, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono membenarkan adanya kejadian tersebut yang terjadi di Jembatan Ogan Kertapati.
“Saat ini kita sedang mengidentifikasi asal proyektil yang bersarang di paha korban, saat ini Polsek Kertapati dengan Kapolseknya sedang menunggui korban untuk mengetahui sejauh mana peristiwa yang terjadi,” katanya.
Diduga tersangka yang melakukan penembakan adalah salah satu kelompok yang tawuran menggunakan senjata api. “Kita masih mendalami apakah ini murni tawuran atau ada permasalahan yang lainnya, kita sedang memintai keterangan korbannya yang saat ini sedang berada di rumah sakit,” ujarnya.
Apakah senjata yang digunakan merupakan senpi rakitan, Kapolrestabes mengatakan belum mengetahuinya. “Kita belum tahu jenis apa yang dipakai karena masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (DNP)

