RELUNG.ID – Ruas jalan nasional lintas tengah sumatera Muara Enim-Baturaja tepatnya di Desa Panang Enim yang menghubungkan Kecamatan Tanjung Agung, mengalami amblas.
Pasalnya, jalan tersebut kerap dilintasi truk bertonase besar seperti truk batu bara dan lain sebagainya.
Hal ini menjadi sorotan pihak Polres Tanjung Agung dan Satlantas Polres Muara Enim dengan memasang tanda atau rambu-rambu peringatan.
“Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan anggota mendatangi ke lokasi untuk memasang rambu-rambu peringatan,” ujar Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra melalui Kasi Humas AKP Situmorang, Senin (30/6).
Untuk sementara kendaraan tonase tinggi diimbau tidak melintas di jalur tersebut. karena ruas jalan hanya bisa dilalui kendaraan kecil atau tanpa muatan dan bus.
“Pihak Dinas PUPR sudah berkoordinasi dengan Satlantas maupun Balai Besar untuk mengambil langkah perbaikan,” ujarnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim, Suhermansyah melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Jalan dan Jembatan Arie Jonathan menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan untuk penanganan lebih lanjut.
“Sudah kita laporkan ke balai besar. Pihak balai besar sudah melakukan penangan sementara sembari menunggu material box,” terang Arie Jonatan.
Selain itu, untuk memberikan rasa kenyamanan dan keselamatan kepada pengendara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim, juga berkoordinasi dengan Satlantas Polres Muara Enim dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Arie menjelaskan, bahwa jalur jalan lintas tengah sumatera (Jalingtengsum) merupakan akses utama yang dilalui kendaraan angkutan bertonase tinggi.
“Dalam masa perbaikan, kami harap kendaraan sarat muatan tonase tinggi tidak melintas untuk mengantisipasi memperburuk kondisi jalan,” harapnya. (NVS)

