RELUNG.ID- Di tengah lonjakan harga emas yang terus merangkak naik, minat masyarakat untuk mengalihkan aset ke logam mulia ini pun kian meningkat. Namun, langkah ini tidak boleh dilakukan secara terburu-buru. Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dan tidak melakukan “panic buying”.
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, memberikan sejumlah tips penting dalam berinvestasi emas, terutama bagi masyarakat awam yang baru mulai tertarik.
“Kalau mau beli emas, pastikan dulu itu dari dana sisa, bukan dari uang pokok kebutuhan harian. Jadi bukan untuk gaya-gayaan atau karena ikut-ikutan tren,” kata Bhima, Senin (14/4).
Bhima menekankan pentingnya mengatur prioritas keuangan sebelum memutuskan berinvestasi emas. Pembelian emas sebaiknya dilakukan hanya setelah kebutuhan rutin bulanan dan dana darurat terpenuhi.
Selain itu, Bhima juga menyoroti soal ketersediaan emas batangan yang mulai terbatas di pasaran. Hal ini membuat pembelian sering kali harus dilakukan dengan sistem pre-order, khususnya di butik-butik resmi seperti milik PT Antam.
“Artinya harus menunggu, jadi harus sabar dan tidak langsung membeli dalam jumlah besar. Harus disesuaikan dengan ketersediaan dan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Bhima juga mengingatkan masyarakat untuk mempertimbangkan tempat penyimpanan emas, terutama jika jumlahnya cukup besar. Menyimpan emas dalam volume banyak di rumah dinilai cukup berisiko.
“Kalau simpan banyak emas, ya harus siap bayar biaya sewa safety deposit box. Jangan asal simpan di rumah, bisa rawan,” tegasnya.
Ia juga menyarankan masyarakat agar memilih emas batangan berukuran kecil, seperti 1 gram, 5 gram, atau maksimal 25 gram. Ukuran ini dinilai lebih likuid dan fleksibel saat dibutuhkan dalam kondisi darurat.
“Kalau butuh cepat, lebih mudah dicairkan kalau emasnya ukuran kecil,” tambah Bhima.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ia menilai tren investasi emas akan tetap menarik. Namun, langkah itu tetap harus disertai perhitungan matang dan pemahaman risiko.
“Sekarang memang waktu yang baik untuk investasi emas, tapi jangan gegabah. Harus pakai strategi dan perencanaan,” pungkas Bhima.[YKP]

