RELUNG.ID- Menjelang pelaksanaan Swarna Songket Nusantara, ajang promosi kain tradisional khas Sumatera Selatan, Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran, menyempatkan diri mengunjungi Kriya Sriwijaya pada Jumat (1/8/2025).
Dalam kunjungan tersebut, istri Wakil Presiden RI itu memborong beragam produk unggulan UMKM khas Bumi Sriwijaya.
Selvi tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB dan disambut langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Ketua Dekranasda Sumsel Feby Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis serta sejumlah istri menteri kabinet yang tergabung dalam Seruni.
Dalam kunjungannya, Selvi tampak antusias melihat aneka kerajinan lokal. Ia menyambangi stan-stan yang menampilkan koleksi songket, perhiasan tradisional dan aksesori khas Sumsel, bahkan memberikan masukan langsung kepada para pengrajin terkait desain dan kualitas produk agar bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel, Neng Muhaiba mengaku bangga atas kedatangan Selvi dan rombongan.
“Kunjungan Ibu Selvi memberikan dampak luar biasa. Beliau bahkan berbelanja lebih lama dari waktu yang dijadwalkan,” kata Neng.
Ia menyebutkan bahwa hampir seluruh produk yang dipajang hari itu ludes terjual.
“Diperkirakan 90 persen barang habis diborong. Ini bukti bahwa jika dikemas dan ditampilkan dengan baik, produk lokal Sumsel sangat potensial di pasar,” ujarnya.
Pada malam harinya, Selvi dijadwalkan menghadiri puncak acara Swarna Songket Nusantara yang digelar di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB). Pagelaran ini akan menampilkan parade busana songket yang dibawakan oleh kepala daerah dan istri, serta jajaran Forkopimda.
Tak hanya pertunjukan fesyen, acara juga menyajikan Kriya Songket yang menggambarkan sejarah dan keindahan wastra songket sebagai warisan budaya Sumatera Selatan.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi Dekranas Pusat, Dekranasda Provinsi Sumsel dan Dekranasda Kota Palembang dan menjadi pelaksanaan perdana dari ajang tahunan yang diharapkan menjadi ikon budaya Sumsel.
Gubernur Herman Deru menyebut kegiatan ini sebagai peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumsel ke level nasional.
“Ini bukan hanya ajang promosi songket, tapi juga daya tarik wisata dan penguat citra positif Sumsel di mata publik,” pungkas Deru.[DSK]

