RELUNG.ID – Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang disebut meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode mendapat tanggapan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Politikus PDIP, Guntur Romli, menegaskan partainya saat ini belum memikirkan kontestasi Pemilu 2029. Menurutnya, fokus utama PDIP adalah menjalankan instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“PDI Perjuangan belum berpikir soal Pemilu 2029. Instruksi dari Ibu Ketua Umum, kami harus bergerak di akar rumput, menangis dan tertawa bersama rakyat, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan ekonomi, politik, dan sosial yang dihadapi masyarakat,” kata Guntur Romli saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).
Guntur menilai politik tidak semata-mata berbicara mengenai perebutan kekuasaan. Ia juga menyebut pembahasan mengenai Pemilu 2029 masih terlalu dini untuk dilakukan.
“Bagi PDI Perjuangan, politik bukan soal kekuasaan. Apalagi jika sudah berbicara terlalu dini mengenai Pemilu 2029. Politik adalah perjuangan untuk rakyat,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkapkan bahwa Jokowi berpesan kepada kader dan simpatisan PSI untuk terus mendukung serta mengawal jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran.
Menurut Bestari, pesan tersebut disampaikan Jokowi saat pertemuan di Solo, Jawa Tengah, pada Kamis (18/6).
“Kepada kami, beliau menyampaikan bahwa kita diminta mengawal pemerintahan Pak Prabowo dan Mas Gibran. Bahkan sampai dua periode,” ujar Bestari kepada wartawan.
Bestari juga menepis anggapan yang menyebut keterlibatan Jokowi dalam mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran akan memunculkan fenomena “matahari kembar” dalam pemerintahan.
“Tidak ada itu fitnah tentang bakal ada dua matahari. Matahari bagaimana bisa dua? Tidak seperti itu,” katanya.
Ia menjelaskan, Jokowi justru mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan politik nasional dan memberikan dukungan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan agar program-program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik.
Pernyataan Jokowi melalui PSI tersebut menambah dinamika politik nasional, meski masa Pemilu 2029 masih beberapa tahun lagi. Di sisi lain, sejumlah partai politik, termasuk PDIP, menyatakan lebih memilih memusatkan perhatian pada kerja-kerja politik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi langsung dari Joko Widodo terkait detail ajakan tersebut. (vid)

