RELUNG.ID – Aktor Evan Marvino akhirnya angkat bicara terkait berbagai tudingan yang menyeret rumah tangganya ke ruang publik. Suami dari Uffridatun Nitami itu sebelumnya dituduh melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tidak memberikan nafkah, hingga berselingkuh.
Tudingan tersebut mencuat setelah sang istri, yang akrab disapa Tami, mengunggah sejumlah pernyataan melalui media sosial pribadinya.
Dalam unggahan itu, Tami membagikan kondisi rumah tangga yang tengah dihadapi, termasuk memperlihatkan foto-foto memar di tubuhnya yang diklaim sebagai akibat tindakan suaminya.
Unggahan tersebut pun menuai perhatian luas dan memicu beragam reaksi dari warganet.
Menanggapi polemik yang berkembang, Evan menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, @evanmarvino.
Dalam pernyataan itu, ia meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi sekaligus mengungkapkan bahwa dirinya dan sang istri telah berdamai.
Pemilik nama asli Ivan Sigit Pratama itu mengatakan proses rujuk terjadi setelah adanya mediasi yang melibatkan keluarga besar dari kedua belah pihak.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi beberapa waktu ini dan memohon maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Saya ingin menyampaikan bahwa saya sudah rujuk dengan istri saya melalui bantuan mediasi keluarga besar kami,” tulis Evan dalam unggahannya, dikutip Sabtu (20/6/2026).
Evan mengaku telah meminta maaf kepada istri dan keluarga besarnya atas berbagai kesalahan yang pernah dilakukan. Ia berharap dapat memperbaiki diri dan kembali menjalani kehidupan rumah tangga dengan lebih baik demi kedua anak mereka.
“Kami sadar hidup akan terus berjalan dan masih banyak ujian yang harus dihadapi. Kami juga telah diberi amanah dua anak yang perlu kami jaga dengan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya,” ujarnya.
Menanggapi dugaan KDRT, Evan membantah melakukan tindakan kekerasan fisik serius terhadap istrinya.
Ia mengakui sempat meluapkan emosi saat terjadi pertengkaran di rumah dengan melempar kipas angin berbahan plastik dan kursi drum. Namun, menurutnya, tindakan tersebut bukan ditujukan untuk melukai sang istri.
“Saya bisa bertanggung jawab dengan ucapan saya bahwa pada malam kejadian tersebut tidak ada tindakan fisik serius kepada istri saya. Saya memang meluapkan emosi dengan melempar kipas angin ke depan istri saya, lalu pantulannya mengenai tangannya. Tidak ada niat melempar kepada istri saya,” jelasnya.
Evan juga mengakui sempat mendorong istrinya saat suasana memanas, serta menarik tangan sang istri ketika berusaha mengajaknya berbicara.
Ia membantah kabar yang menyebut anak mereka menyaksikan tindakan pemukulan terhadap ibunya.
Terkait tudingan tidak memberikan nafkah, Evan menyatakan dirinya tetap memenuhi tanggung jawab sebagai kepala keluarga, meski tidak memberikan uang bulanan secara langsung kepada istrinya.
Menurutnya, kebutuhan keluarga selama ini dipenuhi melalui penyediaan sandang, pangan, dan papan.
“Saya tidak memberikan nafkah dalam bentuk uang bulanan. Tetapi saya memenuhi kebutuhan keluarga, mulai dari pakaian, makanan, hingga tempat tinggal yang layak dan nyaman,” katanya.
Mengenai dugaan perselingkuhan, Evan menyebut persoalan tersebut berawal dari kesalahpahaman.
Ia mengakui sempat kembali berkomunikasi dengan seorang teman lamanya bernama Icha ketika kondisi rumah tangganya sedang tidak harmonis. Bahkan, ia mengaku pernah menjemput dan mengantar perempuan tersebut pulang.
Meski demikian, Evan menegaskan hubungan tersebut tidak berkembang menjadi hubungan asmara.
Menurutnya, perempuan itu justru memberikan nasihat agar dirinya tetap mempertahankan rumah tangga dan mengutamakan kepentingan anak-anak.
“Saya tegaskan tidak ada hubungan lebih. Justru dia memberi dukungan agar saya tetap dewasa, menjaga keluarga, dan bersabar menghadapi masalah rumah tangga,” ujarnya.
Evan juga mengatakan Tami bersama salah seorang anggota keluarganya telah menemui perempuan tersebut untuk meminta klarifikasi secara langsung.
Menurutnya, pertemuan itu memperkuat keyakinan bahwa tidak ada hubungan spesial seperti yang ramai diberitakan.
Di akhir pernyataannya, Evan berharap peristiwa yang dialami keluarganya dapat menjadi pelajaran untuk memperbaiki diri.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi persoalan rumah tangga yang beredar di media sosial.
“Saya berharap kami bisa menjadi lebih baik ke depannya dalam menjalani peran sebagai suami, istri, dan orang tua. Semoga semua pihak bisa lebih bijak dalam menanggapi masalah rumah tangga orang lain, apalagi jika hanya mendengar dari satu sisi,” tutupnya. (vid)

