RELUNG.ID – Oknum Kepala Kampung (Lurah) di Lampung Tengah, Provinsi Lampung harus menerima kemarahan warganya.
Pasalnya, oknum Lurah berinsial S ini diduga menyelewengkan bantuan sosial (bansos) yakni menjual 400 karung beras seberat 4 ton.
Akibatnya, warga yang emosi ini membakar rumah dan sepeda motor hingga mobil oknum lurah ini.
Dari keterangan warga setempat, oknum Lurah ini menjual Bansos ini seharga Rp36 juta kepada Pondok Pesantren di Kabupaten Tulang Bawang, Senin (27/1/2025).
Sebelum melakukan pembakaran, warga setempat juga sempat menyegel Kantor Balai Kampung dan Kantor Lurah, pada Senin (24/2/2025).
Mereka mendesak agar Pemerintah Lampung Tengah mencopot oknum Lurah ini. Karena ketahuan menjual beras bansos.
“Sudah empat kali Kepala Kampung ini menjual beras bansos. Terakhir dia menjual 4 ton berasan kemasan 10 kilogram ke Tulang Bawang,” kata seorang warga setempat, Eko.
Seorang Saksi mata, Deki mengaku melihat ratusan karung beras bansos kemasan 10 kilogram ini diangkut ke mobil truk.
Kemudian, dia mengikuti truk yang membawa beras bansos ini. Sehingga, dia mengetahui jika beras bantuan ini dijual.
“Beras ini dibeli seharga Rpp90 ribu per kemasan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Lampung Tengah, AKBP Alsyahendra mengatakan, pembakaran rumah oleh massa ini merupakan buntut duet maut yang terjadi di Pasar Bandar Agung.
Duel ini melibatkan kerabat oknum Lurah berinsial AGS (41). Kini, AGS telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
“Sebelumnya terjadi perkelahian yang melibatkan AGS selaku kerabat S dan SRY.”
“Perkelahian itu menewaskan SRY, masyarakat pun terprovokasi dan aksi pembakaran pun terjadi,” katanya.
Kapolres menceritakan, perkelahian ini berawal saat SRY mengantar istrinya belanja ke pasar. Kemudian, korban bertemu dengan pelaku dan terjadi cekcok mulut di pasar.
Perdebatan itu berujung penikaman yang dilakukan oleh AGS kepada SRY.
“Atas aksi tersebut, Tekab 308 Polres Lampung Tengah sudah mengamankan AGS selaku terduga pelaku penikaman.”
Meski demikian, saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mencari provokator aksi tersebut.
“Insiden pembakaran ini buntu peristiwa duet maut tersebut,” pungkasnya.

