RELUNG.ID – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi penaburan dry ice di Sumatera Selatan masih menghadapi kendala.
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah menyebabkan jarak pandang turun di bawah 1.000 meter, sehingga pelaksanaan operasi harus mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan.
Kondisi tersebut diketahui saat Danrem 044/Garuda Dempo (Gapo), Brigjen TNI Khabib Mahfud, meninjau kesiapan operasi penaburan dry ice di Base Ops Lanud, Sumatera Selatan, Kamis kemarin (22/10/2026).
Dalam peninjauan itu, Khabib mengatakan sebanyak 4,7 ton dry ice telah didatangkan dari Jakarta untuk mendukung upaya penanganan karhutla. Pada tahap awal, penaburan direncanakan menggunakan 800 kilogram bahan tersebut.
Namun, kondisi jarak pandang yang terbatas menjadi tantangan dalam pelaksanaan operasi. Karena itu, tim terkait masih melakukan berbagai pertimbangan untuk memastikan metode penanganan yang dipilih dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan keselamatan penerbangan.
Menurut Khabib, kondisi cuaca dan jarak pandang menjadi faktor utama dalam menentukan waktu serta teknis pelaksanaan operasi. Tim di lapangan terus berkoordinasi untuk mencari langkah yang tepat agar upaya penanganan karhutla dapat berjalan optimal.
Penaburan dry ice direncanakan dilakukan pada ketinggian sekitar 6.000 hingga 7.000 kaki. Apabila hasil analisis menunjukkan adanya awan yang berpotensi menghasilkan hujan, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga akan disiapkan melalui penyemaian awan menggunakan garam atau bahan semai lainnya sesuai prosedur yang berlaku.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak, sehingga mendukung upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran.
Sementara itu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla di Sumsel. Sejumlah titik panas terpantau di kawasan tersebut, termasuk di wilayah lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus.
Penanganan dilakukan melalui pengerahan Satuan Tugas (Satgas) Darat serta dukungan pemadaman dari udara menggunakan metode water bombing. Upaya ini difokuskan untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas, dengan mempertimbangkan karakteristik lahan serta kondisi medan di lapangan.
Khabib menegaskan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mendukung pengendalian karhutla di Sumatera Selatan. Sinergi antara personel darat, dukungan pemadaman udara, dan rencana modifikasi cuaca diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran.
“Korem 044/Gapo terus mendukung sinergi bersama seluruh unsur terkait dalam mengendalikan kebakaran, melindungi kawasan gambut, serta mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan,” katanya. (DSK)

