RELUNG.ID – Bulan Agustus 2025 menghadirkan beragam peristiwa yang mencerminkan dinamika keamanan, sosial, hingga tata kelola pemerintahan, khususnya di Kota Pagar Alam dan Sumatera Selatan.
Mulai dari pengungkapan kasus narkoba, polemik di media sosial, kebijakan pemerintah daerah, hingga peristiwa kemanusiaan yang menyentuh hati.
Berikut rangkuman peristiwa yang menjadi sorotan sepanjang Agustus 2025.
1. Pengedar Sabu Dibekuk, Enam Paket Diamankan

Satuan Reserse Narkoba Polres Pagar Alam kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika.
Seorang pria bernama Nopren (41), warga Kelurahan Bangun Jaya, Kecamatan Pagar Alam Utara, ditangkap pada Kamis sore (14/8/2025).
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan enam paket sabu dengan berat total 2,05 gram. Kasat Narkoba Polres Pagar Alam, Iptu Doris, menyebut Nopren telah lama masuk target operasi berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas mencurigakan di rumahnya.
2. ASN Laporkan Akun Medsos atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Polemik media sosial turut mewarnai Agustus 2025. Pelaksana Tugas Sekretaris BKD Pagar Alam, Ansyori, melaporkan dua akun media sosial Facebook dan TikTok bernama Ramli Abdul Kadir ke Polres Pagar Alam.
Laporan tersebut terkait unggahan bernada ujaran kebencian dan fitnah yang menuding Ansyori bersikap “rakus”.
Merasa nama baiknya dicemarkan, Ansyori resmi membuat laporan polisi pada Senin (25/8/2025) dengan nomor LP/B/178/VIII/2025/SPKT/Polres Pagar Alam/Polda Sumsel.
3. Marak Pungutan Lomba Agustusan, Wali Kota Tegas Melarang

Menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, maraknya pungutan sumbangan lomba Agustusan di jalanan Kota Pagar Alam menuai perhatian pemerintah daerah.
Wali Kota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, secara tegas melarang praktik tersebut karena dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Dia bahkan mengimbau warga untuk melaporkan aktivitas pungutan liar tersebut kepada aparat kepolisian.
“Kami melarang permintaan sumbangan di jalan dan tempat umum,” tegas Ludi, Jumat (8/8/2025).
4. Unjuk Rasa di Pati Jadi Peringatan bagi Kepala Daerah

Peristiwa unjuk rasa besar-besaran di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, turut menjadi perhatian tokoh masyarakat di Sumatera Selatan.
Aksi yang dipicu kebijakan pemerintah daerah tersebut berujung pada tuntutan mundurnya Bupati Pati.
Ketua DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumsel, Firdaus Hasbullah, SH, MH, menilai kejadian itu harus menjadi alarm bagi kepala daerah, khususnya di Sumsel, agar lebih mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum mengeksekusi kebijakan.
5. Lansia Ditemukan Tewas Tertindih Bambu

Peristiwa duka menutup rangkaian kejadian Agustus 2025. Seorang lansia bernama Sari bin Wagiman (72) ditemukan meninggal dunia di kawasan kebun bambu, Dusun Dempo Makmur, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kamis (21/8/2025).
Korban sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk mencari bambu sejak pagi. Namun hingga sore hari tak kunjung kembali.
Pencarian keluarga berakhir tragis setelah korban ditemukan tertindih batang bambu besar dalam kondisi tidak bernyawa. Diketahui, korban mengidap penyakit pikun. (RELUNG)

