RELUNG.ID – Oktober 2025 menjadi bulan dengan intensitas tinggi bagi penegakan hukum, isu sosial, dan dinamika publik di Sumatera Selatan dan nasional.
Dari sidang korupsi yang menyita perhatian, meningkatnya ancaman narkoba di kalangan generasi muda, hingga tuntutan transparansi pemerintah daerah.
Berikut rangkuman peristiwa penting sepanjang Oktober 2025.
Sidang Pasar Cinde Dibuka, Dua Mantan Kepala Daerah Duduk Bersama di Kursi Terdakwa

Pengadilan Negeri Palembang Kelas I A Khusus Tipikor menjadwalkan sidang perdana perkara dugaan korupsi proyek revitalisasi Pasar Cinde pada Kamis (30/10/2025).
Perkara ini mencatat sejarah kelam penegakan hukum di Sumatera Selatan karena untuk pertama kalinya dua mantan kepala daerah, mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan mantan Wali Kota Palembang Harnojoyo duduk berdampingan sebagai terdakwa dalam satu perkara korupsi besar.
Selain keduanya, dua terdakwa lain turut diadili, yakni Ketua Panitia Pengadaan Mitra Kerja Sama Bangun Guna Serah (BGS) Edi Hermanto dan perwakilan PT Magna Beatum Reimar, Yousnaldi.
Kasus ini diduga merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah dan menjadi ujian serius bagi komitmen pemberantasan korupsi di daerah.
Pengguna Narkoba Usia Muda Meningkat, BNN Sumsel Tekankan Pencegahan dan Rehabilitasi

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan menyoroti meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Tren pengguna baru tercatat pada rentang usia 15–25 tahun, meski kelompok usia 24–40 tahun masih mendominasi jumlah pengguna secara keseluruhan.
Kepala BNN Sumsel, Brigjen Pol. Hisar Siallagan, menegaskan pentingnya pencegahan dini agar tidak muncul generasi pengguna baru.
Ia juga menekankan pendekatan rehabilitasi bagi pecandu, sembari memastikan tindakan tegas tetap diberlakukan bagi para pengedar narkoba.
Jurnalis Beradu Prestasi di Relung Billiard Challenge 2025

Ajang Relung Billiard Challenge 2025: Piala Gubernur Sumsel menjadi panggung adu sportivitas insan pers. Jurnalis Sumatera Ekspres, Robi, keluar sebagai juara kategori Jurnalis setelah menaklukkan M. Fajar Wiko dari RMOL Sumsel dengan skor 4–2 di partai final yang digelar di V Pool Palembang, Minggu (12/10/2025).
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal hingga akhir. Konsistensi dan ketenangan Robi menjadi kunci kemenangan, setelah sebelumnya ia menyingkirkan Debi Ariyanto dari El News di babak semifinal.
Ajang ini menegaskan sisi lain dunia jurnalistik yang sarat kebersamaan dan kompetisi sehat.
Skandal Solar Pertamina Seret Belasan Korporasi Besar

Skandal dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018–2023 membuka tabir keterlibatan banyak korporasi besar.
Dalam dakwaan mantan Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan, tercatat 13 perusahaan disebut menerima keuntungan tidak sah dari penjualan solar nonsubsidi di bawah harga pokok penjualan.
Total keuntungan yang dipermasalahkan mencapai Rp2,54 triliun, dengan penerima terbesar di antaranya PT Pamapersada Nusantara, PT Berau Coal, dan PT Bukit Makmur Mandiri Utama.
Kasus ini menambah daftar panjang skandal energi nasional dan memunculkan desakan kuat agar penegakan hukum menyentuh seluruh pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.
Nakes R3 OKU Desak Transparansi Audit PPPK

Di Kabupaten Ogan Komering Ulu, puluhan tenaga kesehatan honorer kategori R3 mendesak Bupati OKU Teddy Meilwansyah membuka hasil audit Inspektorat terkait seleksi PPPK Tahun 2024.
Audit tersebut diyakini mengungkap dugaan adanya puluhan peserta tidak sah dalam proses seleksi.
Hingga Oktober 2025, hasil audit yang dijanjikan sejak Februari belum juga dipublikasikan. Kondisi ini memicu kekecewaan dan kecurigaan para nakes, yang menilai transparansi menjadi kunci keadilan dan kepastian nasib mereka ke depan. (RELUNG)

