RELUNG.ID – November 2025 di Sumatera Selatan diwarnai beragam peristiwa yang menyentuh isu keamanan, penegakan hukum, hingga akuntabilitas pemerintah dan korporasi.
Mulai dari pengungkapan kasus narkoba, maraknya tambang ilegal, konflik hak masyarakat, hingga tekanan publik terhadap aparat penegak hukum, berikut rangkuman peristiwa yang mengemuka sepanjang November 2025.
Pengedar Ganja di Pagar Alam Ditangkap, Polisi Sita 500 Gram Barang Bukti

Satuan Reserse Narkoba Polres Pagar Alam menangkap seorang wanita berinisial Veni (33), warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Pagar Alam Selatan, Kota Pagar Alam.
Ia diduga kuat berperan sebagai pengedar narkoba jenis ganja. Dari tangan tersangka, polisi menyita sekitar 500 gram ganja kering siap edar.
Pengungkapan kasus ini menambah daftar panjang peredaran narkoba di wilayah Sumatera Selatan, sekaligus menegaskan bahwa jaringan pengedar tak lagi mengenal batas usia maupun gender.
Tambang Ilegal di Sekitar PLTU Sumsel 8 Kian Masif, Gakkum ESDM Disorot

Aktivitas penambangan ilegal (PETI) kembali menjadi sorotan publik, khususnya di sekitar kawasan PLTU Sumsel 8, Kabupaten Muara Enim.
Meski Presiden RI Prabowo Subianto berulang kali memerintahkan penindakan tegas terhadap tambang tanpa izin, praktik ilegal tersebut justru dinilai semakin merajalela.
Kritik keras diarahkan kepada Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian ESDM. Deputi K-MAKI, Feri Kurniawan, bahkan menyebut Gakkum ESDM “lemah syahwat” dalam menindak para pelaku tambang ilegal.
Pernyataan ini mencerminkan kekecewaan publik terhadap lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di sektor sumber daya alam.
Hadiah Liga Dangdut Muba Tak Dibayar, Pemenang Tempuh Jalur Hukum

Ajang pencarian bakat Liga Dangdut Muba 2025 berbuntut panjang. Salah satu pemenangnya, Winda Wulandari (20), warga Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, melaporkan penyelenggara ke kepolisian.
Laporan tersebut dilayangkan lantaran hadiah uang sebesar Rp10 juta yang dijanjikan kepada Winda sebagai pemenang belum juga dibayarkan.
Kasus ini menyoroti lemahnya profesionalisme penyelenggaraan kegiatan hiburan yang melibatkan publik dan menimbulkan kerugian bagi peserta.
Truk Tambang PT MIP Melintas di Kawasan Islamic Center, Publik Geram

Viralnya video konvoi empat unit truk berat milik PT Mustika Indah Permai (MIP) yang melintas di kawasan Islamic Center Muara Enim memicu kegaduhan publik.
Truk-truk tersebut melintas di Jalan Mayor Tjik Agus Kiemas, jalur yang seharusnya steril dari kendaraan bertonase besar.
Peristiwa yang terjadi pada 13 November 2025 itu menuai kritik dari aktivis dan masyarakat yang menilai adanya pembiaran oleh pemerintah daerah.
Dalam video viral tersebut, pihak perusahaan mengaku telah meminta izin kepada kepala desa setempat, namun hal ini justru memunculkan pertanyaan soal kewenangan dan pengawasan lintas sektor.
Karangan Bunga Penuhi Polda Sumsel, Desakan Usut Mafia Mobil Rental Menguat

Tekanan publik terhadap aparat penegak hukum terlihat jelas pada Senin (24/11/2025), ketika puluhan karangan bunga memenuhi depan Mapolda Sumsel di Palembang.
Karangan bunga itu berisi tuntutan agar Polda Sumsel mengusut tuntas mafia penggelapan mobil rental.
Aksi simbolik ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap maraknya kejahatan penggelapan kendaraan serta harapan agar penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu, termasuk jika melibatkan oknum berpengaruh. (RELUNG)

