Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Karhutla Ancam Satwa Liar, Orang Utan Dewasa Ditemukan Tak Sadarkan Diri
Regional

Karhutla Ancam Satwa Liar, Orang Utan Dewasa Ditemukan Tak Sadarkan Diri

RiyadiBy Riyadi01/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Seekor orang utan jantan dewasa bernama Sampurna ditemukan lemas hingga tak sadarkan diri di perkebunan sawit warga di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tidak hanya mengancam masyarakat, tetapi juga satwa liar. Seekor orang utan jantan dewasa ditemukan dalam kondisi lemah hingga tidak sadarkan diri di kebun sawit milik warga.

Orang utan bernama Sampurna itu ditemukan pada Minggu (30/8/2026) pagi di Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Saat ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB, Sampurna sudah dalam kondisi sangat lemah dan tidak sadarkan diri. Warga kemudian melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada petugas.

Baca juga :   Jelang Arus Mudik Lebaran, Lima Posko Pengamanan Didirikan di Muba

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Staf Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang BKSDA Kalbar, Sarbandi, mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai keberadaan orang utan di sekitar perkebunan.

“Pagi tadi kami menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan orang utan di sekitar perkebunan. Kami langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan orang utan tersebut dalam kondisi lemas,” kata Sarbandi, Senin (31/8/2026).

Baca juga :   Karhutla di Sumsel Belum Padam, Pemadaman Diperkuat dengan Water Bombing

Tim menduga kebakaran yang terjadi di sekitar habitat dan ruang jelajahnya membuat Sampurna berpindah hingga masuk ke area perkebunan masyarakat.

Dokter hewan YIARI kemudian memberikan penanganan awal berupa oksigen dan cairan melalui infus. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka terbuka maupun luka bakar pada tubuh Sampurna.

Dokter hewan YIARI, Komara, mengatakan paparan asap karhutla dapat berdampak serius terhadap sistem pernapasan orang utan. Namun, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan dampak yang dialami Sampurna.

Baca juga :   Siaga Karhutla Sumsel: Empat Heli Bantuan Sudah Mendarat, Siap Tempur Padamkan Api

“Kami masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana dampaknya terhadap kondisi kesehatannya,” ujarnya.

Sebelum ditemukan dalam kondisi lemah, Sampurna telah terpantau oleh tim Orangutan Protection Unit (OPU) YIARI pada 16 Agustus 2026 di sekitar lokasi penyelamatan. Saat itu, orang utan tersebut masih aktif berpindah.

Setelah menerima laporan, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Kalbar bersama YIARI melakukan penyelamatan. Sekitar pukul 09.13 WIB, Sampurna dibius secara terukur untuk memudahkan pemeriksaan dan evakuasi.

Baca juga :   Asap Karhutla Kepung Palembang, Pesawat Tertunda Mendarat, Kualitas Udara Makin Berbahaya

Tim medis mengambil sampel darah, feses, dan rambut untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampurna juga dipasangi microchip sebagai bagian dari identifikasi dan pemantauan.

Saat proses penyelamatan berlangsung, kawasan berhutan di sekitar perkebunan masyarakat diketahui masih terbakar dan menimbulkan asap. Tim juga tidak menemukan sumber air di sekitar lokasi ditemukannya Sampurna.

Berdasarkan pengamatan awal, kondisi lemah Sampurna diduga berkaitan dengan paparan asap dan kekurangan cairan. Meski demikian, pemeriksaan medis lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Baca juga :   Tim Karate Polda Sumsel Sabet 7 Medali di Kejuaraan Kapolri Cup 2025



Setelah efek pembiusan berangsur hilang dan kondisinya dinilai memungkinkan untuk dipindahkan, Sampurna dievakuasi ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI di Sungai Awan Kiri.

Sampurna akan menjalani observasi serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk untuk mengetahui kemungkinan gangguan pada paru-paru dan organ dalam lainnya akibat paparan asap.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengatakan kebakaran di sekitar habitat dan ruang jelajah satwa dapat memengaruhi pergerakan serta kondisi satwa liar.

Baca juga :   27 Mei, CJH Embarkasi Palembang Mulai Diberangkat ke Tanah Suci

“Kebakaran tidak hanya berdampak terhadap tutupan lahan, tetapi juga berpotensi memberikan tekanan terhadap satwa liar yang berada di sekitarnya. Karena itu, pemantauan terhadap pergerakan satwa di wilayah terdampak juga penting dilakukan,” kata Murlan.

Ia mengapresiasi laporan masyarakat dan kerja sama berbagai pihak sehingga Sampurna dapat segera dievakuasi dan memperoleh penanganan medis.

Kementerian Kehutanan juga mengimbau masyarakat yang menemukan orang utan atau satwa liar lainnya di sekitar permukiman, perkebunan, maupun wilayah terdampak karhutla agar tidak melakukan penanganan sendiri.

Baca juga :   Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel: 5,6 Ton NaCl Ditebar untuk Mitigasi Karhutla

Masyarakat diminta menjaga jarak, tidak mengganggu atau memberikan makanan kepada satwa, serta segera melaporkan keberadaannya kepada BKSDA atau petugas kehutanan setempat.[YKP]

Karhutla Orang Utan Pingsan Satwa Liar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleHonda dan Nissan Kembangkan Bersama Software dan ECU untuk Mobil Generasi Baru
Next Article Kakak dan Adik di Lubuklinggau Ditangkap Usai Lakukan Pengeroyokan dan Pembacokan
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,901 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,774 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,746 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?