RELUNG.ID- Presiden Prabowo Subianto menyatakan setuju dengan usulan pembentukan Tim Investigasi Independen untuk mengusut kasus Affan Kurniawan yang belakangan menjadi sorotan publik.
Menurut Prabowo, usulan tersebut merupakan langkah yang masuk akal dan bisa segera dibicarakan.
“Saya kira kalau tim investigasi independen saya kira ini masuk akal. Saya kira itu bisa dibicarakan dan nanti kita lihat bentuknya seperti apa,” kata Prabowo di Hambalang, Jawa Barat, akhir pekan ini.
Prabowo juga menanggapi 17+8 Tuntutan Rakyat yang disuarakan masyarakat dalam aksi demonstrasi beberapa waktu terakhir. Ia menilai sebagian besar tuntutan itu wajar dan terbuka untuk dibahas.
“Ya saya kira kita pelajari, sebagian masuk akal, sebagian kita bisa berunding, kita bisa berdebat. Banyak yang menurut saya normatif dan bisa kita bicarakan dengan baik,” ujarnya.
Sebelumnya, DPR RI juga merespons 17+8 Tuntutan Rakyat dengan mengumumkan enam langkah perbaikan internal. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, langkah itu diambil untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Keputusan ini diambil DPR RI untuk merespons aspirasi masyarakat, memperbaiki diri menjadi lembaga yang inklusif, dan mengembalikan kepercayaan publik,” kata Dasco, Sabtu (6/9/2025).
Enam langkah tersebut antara lain: penghentian tunjangan perumahan anggota DPR, moratorium kunjungan kerja ke luar negeri, pemangkasan sejumlah tunjangan dan fasilitas, penghentian hak keuangan bagi anggota yang dinonaktifkan partai, koordinasi MKD dengan partai politik, serta komitmen terhadap transparansi dan partisipasi publik.
Seperti diketahui, sebanyak 17 tuntutan rakyat memiliki tenggat hingga 31 Agustus 2025, sementara 8 tuntutan tambahan jatuh tempo pada 31 Agustus 2026.[YKP]

