RELUNG.ID – Kebakaran kembali melanda lahan perkebunan tebu milik PTPN 7 Cinta Manis di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (8/8/2026).
Kobaran api membakar area tanaman tebu yang telah dipanen dan menyisakan daduk kering. Kebakaran memicu kepulan asap pekat yang terlihat dari sejumlah wilayah di Ogan Ilir, bahkan merambat hingga ruas Tol Indralaya-Prabumulih (Indraprabu) di sekitar KM 35.
Kondisi tersebut membuat jarak pandang pengendara di sekitar lokasi ikut terganggu. Pengguna jalan tol diminta meningkatkan kewaspadaan karena asap dapat mengurangi visibilitas, terutama ketika melintas di dekat titik kebakaran.
Warga Indralaya, Rizal Effendi, mengatakan kepulan asap terlihat cukup jelas dari sejumlah wilayah.
“Jelas mengganggu sekali, apalagi lokasi kebun yang terbakar berdekatan dengan jalan tol. Pengendara harus ekstra waspada karena membuat jarak pandang terbatas,” katanya.
Menurut Rizal, kebakaran di kawasan perkebunan tebu tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut kejadian serupa juga terjadi beberapa hari sebelumnya.
“Kejadian ini bukan sekali. Setahu saya Senin lalu (3/8) juga terbakar di area perkebunan dan menimbulkan kepulan asap yang cukup besar. Memang di musim kemarau ini sering terjadi kebakaran, terutama di area kebun tebu,” ujarnya.
Kapolsek Tanjung Batu AKP Suparna P. Utomo membenarkan adanya kebakaran lahan tersebut. Berdasarkan informasi sementara, area yang terbakar merupakan lahan daduk, yakni sisa tanaman tebu kering setelah proses panen.
“Yang terbakar adalah daduk tebu kering. Pada musim kemarau vegetasi ini sangat mudah terbakar,” kata Suparna.
Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Titik kebakaran berada pada koordinat -3.278405, 104.623666.
Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Tanjung Batu langsung bergerak ke lokasi. Petugas dibantu anggota TNI serta tim pemadam kebakaran PTPN 7 Cinta Manis untuk mengendalikan api.
“Proses pemadaman kami lakukan secara manual dibantu mesin pompa milik Damkar PTPN 7,” jelasnya.
Suparna mengingatkan perusahaan maupun masyarakat di sekitar perkebunan agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering membuat api mudah menyebar apabila tidak segera ditangani.
“Kami akan terus meningkatkan patroli dan langkah mitigasi. Bila melihat asap atau titik api sekecil apa pun, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas atau Polsek Tanjung Batu,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN 7 Cinta Manis belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran, luas pasti areal yang terbakar, maupun kemungkinan adanya lahan perkebunan masyarakat yang ikut terdampak. Pihak redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak perusahaan dan instansi terkait. (tim)

