RELUNG.ID– Acara peringatan Maulid Nabi dan haul yang digelar warga di Jalan Kramat 2, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berujung ricuh pada Jumat (3/10/2026) dini hari. Kericuhan tersebut juga viral di media sosial.
Kericuhan diduga dipicu penggunaan kembang api bersuara keras dalam acara tersebut. Kembang api disebut dinyalakan secara intensif selama sekitar satu jam, mulai pukul 00.00 hingga 01.00 WIB.
Suara ledakan kembang api disebut mengganggu warga yang sedang beristirahat. Sejumlah anak bahkan disebut terbangun dan menangis karena suara ledakan terdengar hingga cukup jauh dari lokasi acara.
Situasi kemudian memanas setelah seorang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) mendatangi lokasi untuk menyampaikan protes kepada pihak penyelenggara acara.
Protes tersebut kemudian berkembang menjadi perdebatan dan perselisihan antara kedua pihak.
Peristiwa tersebut selanjutnya menjadi perhatian kepolisian. Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan pihaknya telah memantau persoalan tersebut.
“Monitor, akan ada mediasi,” kata Seala saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Polisi berencana mempertemukan pihak-pihak yang terlibat untuk memediasi persoalan tersebut dan mencari penyelesaian atas keributan yang terjadi.
Sementara itu, video kericuhan yang disebut terjadi setelah protes penggunaan kembang api tersebut beredar di media sosial dan mendapat perhatian warganet.[YKP]

