Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/2026

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/2026

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kepala Desa Ciamis Mundur, Pilih Kembali Kerja di Jepang
Regional

Kepala Desa Ciamis Mundur, Pilih Kembali Kerja di Jepang

RiyadiBy Riyadi14/02/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ilustrasi uang. (Istimewa/net)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Seorang kepala desa di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Dodi Romdani, Kepala Desa Sukamulya, Kecamatan Purwadadi, memutuskan untuk kembali bekerja di Jepang pada tahun 2024 setelah sempat menjabat sebagai kepala desa selama satu periode.

Keputusan yang diambil Dodi Romdani ini mendapatkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Banyak yang menilai langkah tersebut cukup bijak, mengingat tugas kepala desa di Indonesia cukup berat dan penuh tanggung jawab.

Baca juga :   Selain Diskon Listrik, Komoditas Ini Juga Sumbang Deflasi Sumsel di Januari

Ditambah lagi, besaran gaji kepala desa yang masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan penghasilan yang bisa didapatkan di luar negeri.

Sebelum menjabat sebagai kepala desa, Dodi Romdani memang sudah pernah bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Jepang. Setelah terpilih menjadi kepala desa, ia mendapat tawaran kembali dari tempat kerjanya dulu untuk bekerja di Jepang. Hal inilah yang akhirnya mendorongnya untuk membuat keputusan tersebut.

“Tempat kerjanya dulu memanggilnya kembali untuk berangkat ke Jepang,” ujar Kepala Bagian Hukum Setda Ciamis, Deden Nurhadana, seperti dikutip dari Instagram @ceritajepang, Jumat (14/2/2025).

Baca juga :   Tinjau Lokasi Kebakaran, Bupati Empat Lawang Usulkan Bantuan Bedah Rumah

Meskipun Dodi Romdani masih memiliki masa jabatan selama dua tahun lagi sebagai kepala desa, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan memilih bekerja di Jepang.

“Masa jabatan kepala desa di Purwadadi sebelumnya adalah enam tahun, namun telah diperpanjang menjadi delapan tahun sesuai dengan ketentuan dalam UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa,”ujar Dodi.

Keputusan Dodi ini mendapat banyak dukungan dari warga, terutama di kalangan warganet. Banyak yang melihatnya sebagai pilihan cerdas, mengingat gaji yang diperoleh sebagai pekerja migran di Jepang jauh lebih besar dibandingkan dengan gaji kepala desa di Indonesia.

Baca juga :   Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan di Palembang Saat Ramadan, Dibagikan Sebagai Takjil Buka Puasa

Di Kabupaten Ciamis, kepala desa mendapatkan gaji sebesar Rp 2.500.000 per bulan, yang sebelumnya hanya Rp 1.250.000 per bulan sebelum kenaikan gaji pada 2024 sesuai dengan UU Desa. Sementara itu, di Jepang, gaji pekerja migran Indonesia bervariasi antara Rp 24 juta hingga Rp 30 juta per bulan, tergantung pada sektor dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

Sebagai contoh, seorang perawat di Jepang bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 20 juta per bulan, belum termasuk tunjangan shift malam dan bonus tahunan.

Selain gaji yang jauh lebih tinggi, pekerja migran Indonesia di Jepang juga mendapatkan fasilitas tempat tinggal dengan subsidi makanan dan hak atas kenaikan gaji berkala. Inilah yang menjadi pertimbangan Dodi Romdani untuk kembali ke Jepang dan memilih bekerja di sana, meskipun masih memiliki dua tahun sisa masa jabatan sebagai kepala desa.

Baca juga :   Sisir Sejumlah Minimarket di Palembang, Jatanras Polda Sumsel Tangkap 11 Jukir Liar

Dengan penghasilan yang lebih tinggi di Jepang, Dodi merasa bahwa memilih kembali bekerja di luar negeri adalah keputusan yang tepat untuk masa depannya.[YKP]

Kades Ciamis Kerja di Jepang Mundur
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleMakin Panas! Hotman Paris Sindir Razman Nasution Usai Vadel Badjideh Ditahan
Next Article Garuda Muda Keok di Laga Perdana, Kelemahan Bola Udara Jadi Biang Keladi
Riyadi

Related Posts

Regional

Kembali ke Golkar, HBA Tegaskan Tak Bermusuhan dengan Joncik Muhammad

11/10/20262 Views
Regional

Hotspot Sumsel Turun Jadi 1.959 Titik, Udara PALI Masuk Kategori Berbahaya

11/10/20262 Views
Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20268 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,922 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,794 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,767 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?