Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kiper Muda Bandung Jadi Korban TPPO di Kamboja, Dipaksa Kerja Berat dan Disiksa
Regional

Kiper Muda Bandung Jadi Korban TPPO di Kamboja, Dipaksa Kerja Berat dan Disiksa

RiyadiBy Riyadi19/11/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kiper muda asal Bandung, Jawa Barat, Rizki Nur Fadhilah (18), yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. (Handout)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID– Nasib mengenaskan menimpa seorang kiper muda asal Bandung, Jawa Barat, Rizki Nur Fadhilah (18), yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.

Remaja berbakat ini awalnya mendapat tawaran kontrak sepak bola dari seseorang yang mengaku manajer klub profesional asal Medan, Sumatra Utara.

Rizki dijanjikan bermain untuk sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) di Medan dengan kontrak satu tahun. Namun alih-alih menuju Sumatra Utara, Rizki justru dibawa ke luar negeri dan menjadi korban eksploitasi.

Baca juga :   Viral Video Warga Palembang Terjebak di Kamboja, Polda Sumsel Selidiki TPPO

“Anak saya bilang ada kontrak main bola di Medan selama satu tahun. Lalu dijemput pakai travel, dibawa ke Jakarta. Tapi di Jakarta bukan ke Medan, malah ke Malaysia sebelum akhirnya ke Kamboja,” ungkap ayah korban, Dedi Solehudin (42).

Setibanya di Kamboja, Rizki dipaksa bekerja mengangkat galon dari lantai satu hingga lantai sepuluh setiap hari. Tak hanya itu, ia mengalami penyiksaan fisik yang membuat tubuhnya penuh luka.

Keluarga di Babakan Cilisung, Dayeuhkolot, Bandung, menerima foto-foto yang menunjukkan kondisi Rizki dengan berbagai luka akibat kekerasan. Rizki sempat mengirim pesan kepada keluarganya dan menceritakan penderitaan yang dialami.

Baca juga :   Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Sepakat Tak Batasi Waktu Bertemu Anak Usai Cerai

“Kalau tidak dapat 20 kontak calon korban dari berbagai negara untuk ditipu, dia disiksa. Sampai 500 kali pukulan, kadang-kadang. Dia kerja dari jam 8 pagi sampai jam 12 malam, bahkan sering lebih,” tutur sang ayah.

Keluarga telah melaporkan kasus ini dan berharap pemerintah segera memulangkan Rizki ke Indonesia.

Kasus TPPO yang menimpa Rizki turut mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia mengaku baru mendengar laporan tersebut namun memastikan akan segera menangani kasusnya.

Baca juga :   Tragis, PMI Asal Palembang Tewas Jatuh dari Gedung di Kamboja

“Saya belum dengar sekarang. Ya sudah kita tangani deh,” kata Dedi, dikutip dari TribunJabar.id.

Menurut Dedi, laporan TPPO di Jawa Barat masih cukup banyak, dan pemerintah terus berupaya memulangkan para korban. Ia menegaskan ke depan aturan keberangkatan warga Jabar ke luar negeri akan diperketat, terutama menuju negara-negara yang memiliki risiko tinggi kasus eksploitasi.

“Kalau perlu saya keluarkan lagi peraturan gubernur larangan warga Jabar pergi ke negara-negara yang menimbulkan penderitaan dan jumlah korbannya banyak,” tegasnya.

Baca juga :   Purnomo Polisi Baik Tutup Monetisasi YouTube Usai Didatangi Petugas

Gubernur yang juga politisi Partai Gerindra itu berharap masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri menggunakan jalur resmi untuk menghindari risiko penipuan dan perdagangan orang.[YKP]

Disiksa Kamboja Kerja Berat Kiper Bandung TPPO
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleGoogle Resmi Luncurkan Gemini 3, Janjikan Pemahaman Konteks Lebih Mendalam
Next Article Kasasi Penggugat Ditolak MA, Pemkab OKI Pertahankan Aset Rp66 Miliar dari Sengketa Lahan Kota Kayuagung
Riyadi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20266 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,896 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,769 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,741 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?