RELUNG.ID- Komisi III DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap jajaran direksi PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM).
Pemanggilan ini menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait terganggunya distribusi air bersih dari perusahaan milik BUMD Provinsi Sumsel tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Ketua Komisi III DPRD Sumsel, Tamtama, mengatakan pemanggilan dilakukan untuk meminta penjelasan teknis mengenai penyebab distribusi air bersih yang tidak lancar ke pelanggan.
“Kita akan panggil secara resmi dalam waktu dekat. Kita ingin tahu apa penyebab masalah ini. Idealnya, masyarakat mendapatkan layanan yang lancar karena mereka sudah memenuhi kewajiban membayar tagihan,” kata Tamtama, Senin (9/2/2026).
Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sumsel, Sri Mulyadi, mengungkapkan berdasarkan informasi awal dari jajaran PT TSM, kendala utama distribusi air disebabkan keterbatasan debit air yang dialirkan. Selain itu, PT TSM selama ini baru melayani pelanggan yang berada di wilayah Kota Palembang.
“Secara operasional, wilayah Kecamatan Talang Kelapa itu masuk dalam cakupan PDAM Banyuasin. PT TSM sebenarnya bisa saja melayani, tapi sampai sekarang belum ada kerja sama. Kalau dipaksakan, itu melanggar aturan,” ujar Sri.
Ia menjelaskan, jaringan pipa distribusi air di wilayah tersebut merupakan aset PDAM Banyuasin, bukan milik PT TSM. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan kerja sama resmi antarperusahaan agar layanan dapat berjalan sesuai ketentuan.
“Direktur PT TSM sebelumnya sudah kita panggil. Persoalan ini sebenarnya sudah cukup lama. Saat itu dijelaskan bahwa PT TSM masih menjajaki kerja sama resmi dengan PDAM Banyuasin agar bisa melayani wilayah Talang Kelapa dan Kenten,” jelasnya.
Sri menambahkan, DPRD Sumsel membuka ruang bagi masyarakat Palembang yang mengalami gangguan distribusi air bersih untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada DPRD agar dapat ditindaklanjuti.
“Nanti kalau ada laporan dari warga, akan kita panggil lagi pihak PT TSM untuk menanyakan langsung permasalahan yang terjadi di lapangan, selama itu masih menjadi tanggung jawab PT TSM,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah pelanggan PT TSM mengaku terpaksa membeli air bersih dari luar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat tersendatnya distribusi air dalam beberapa pekan terakhir.
“Minggu lalu sudah tujuh hari air di rumah kami mati. Terpaksa beli air dari luar. Kemarin saya beli lagi karena sampai sekarang air belum mengalir,” kata Reza, warga Tanjung Barangan, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Selasa (9/2/2026).
Reza mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan hingga Rp50 ribu per hari untuk membeli air bersih dari pedagang keliling.
“Di rumah ada anak-anak, jadi kebutuhan air cukup banyak. Harapan kami, PT TSM bisa segera memperbaiki layanan,” pungkasnya.[YKP]

