RELUNG.ID – Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Sumsel menggelar Konfrensi Kerja Provinsi I (Konkerprov I) di Wyndham OPI Hotel, Palembang, Jumat (19/6/2026).
Dalam Konkerprov I PGRI Sumsel, seluruh jajaran diminta untuk menjaga solidaritas, menyusul konflik internal yang mencuat sejak beberapa hari terakhir.
Ketua III PB PGRI, Dian Mahsunah mengatakan, konferensi kerja merupakan agenda strategis organisasi setelah pelaksanaan kongres. Selain menjadi forum evaluasi dan penyusunan program kerja, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan antaranggota.
“Melalui konferensi kerja ini, kami ingin terus menjaga kekompakan organisasi. PGRI harus tetap solid dan solider, saling membantu, serta mengedepankan semangat kekeluargaan dalam menjalankan roda organisasi,” ujarnya.
Menurut Dian, PGRI sebagai organisasi profesi senantiasa menjalankan seluruh mekanisme berdasarkan konstitusi dan aturan yang berlaku. Karena itu, setiap dinamika yang muncul harus disikapi secara arif dan diselesaikan melalui jalur organisasi.
Ia menegaskan bahwa kongres merupakan forum tertinggi dalam tubuh PGRI. Kongres terakhir telah dilaksanakan pada 2024 dengan melibatkan perwakilan anggota dari seluruh provinsi untuk memilih kepengurusan PB PGRI.
“Semua proses organisasi telah diatur secara jelas dalam konstitusi PGRI, mulai dari tingkat cabang hingga kongres sebagai forum tertinggi organisasi. Karena itu, setiap dinamika yang terjadi harus diselesaikan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua I PGRI Sumsel, Lukman Haris, menjelaskan bahwa Konkerprov I merupakan agenda tahunan yang wajib dilaksanakan sebagai wadah evaluasi dan perencanaan program organisasi.
Menurutnya, agenda utama konferensi kali ini meliputi evaluasi program kerja tahun 2025, penyusunan program kerja tahun 2026, serta perumusan pernyataan sikap terhadap berbagai persoalan pendidikan dan organisasi di Sumatera Selatan.
“Konferensi ini dihadiri oleh perwakilan dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan dengan total 110 peserta. Sejak Kamis malam, peserta telah mengikuti berbagai sidang organisasi, mulai dari tata tertib, laporan pertanggungjawaban hingga penyampaian pandangan umum daerah,” ujarnya.
Lukman menambahkan, berbagai masukan dari daerah menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat peran PGRI dalam menjawab tantangan dunia pendidikan.
Ia juga menyinggung adanya dinamika berupa dualisme kepengurusan yang berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan anggota maupun masyarakat.
“Yang kami khawatirkan adalah munculnya kebingungan di kalangan guru dan masyarakat. Bagi mereka yang memahami hukum organisasi tentu bisa membedakan, tetapi bagi sebagian besar anggota dan masyarakat awam kondisi ini dapat menimbulkan kesalahpahaman,” ungkapnya.
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh anggota PGRI tetap berpedoman pada aturan organisasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami berharap seluruh anggota tetap menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan di luar organisasi,” tegas Lukman.
Di sisi lain, Kepala Kesbangpol Sumsel, Arinarsa berharap Konkerprov I PGRI Sumsel dapat berlangsung dengan aman dan lancar serta menghasilkan berbagai rekomendasi yang berdampak positif bagi dunia pendidikan.
“Hasil konferensi kerja ini diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang mendukung kemajuan pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan,” katanya. (DSK)

