RELUNG.ID- Perwakilan korban dugaan penipuan CPNS bodong yang menyeret nama anak Nia Daniaty, yakni Olivia Nathania dan suaminya Rafly Tilaar, mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin.
Dalam kesempatan tersebut, para korban juga mengajukan permohonan pemanggilan teguran kepada pihak Nia Daniaty. Kuasa hukum korban, Odie Hudiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sempat menerima tawaran uang sebesar Rp 500 juta dari Nia Daniaty melalui kuasa hukumnya. Namun, tawaran itu ditolak karena dinilai tidak sebanding dengan total kerugian yang disebut mencapai Rp 8,1 miliar.
“Itu dua tahun lalu. Kita tolak karena memang tidak sebanding,” ujar Odie di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Odie menegaskan, hingga kini belum ada realisasi pembayaran dari tawaran tersebut. Menurutnya, dengan jumlah korban mencapai 179 orang, nominal Rp 500 juta dianggap jauh dari cukup.
“Baru menawarkan melalui kuasa hukumnya. Beliau mau membayar sejumlah Rp 500 juta. Kami korban tentu tidak mau. Uang Rp 500 juta mau dibagi bagaimana? Korbannya Rp 8,1 miliar sejumlah 179 orang. Mungkin kalau Rp 5 miliar masih masuk akal, ini Rp 500 juta,” jelasnya.
Ia menyebut majelis hakim akan kembali melayangkan panggilan kepada pihak terkait pada 4 Maret mendatang. Jika kembali tidak hadir, pihak korban berencana mengajukan permohonan penyitaan aset.
“Kalau kemudian tidak datang juga, ya sudah langsung kirimkan pada kami aset yang mau diblokir dan disita,” tegas Odie.
Lebih lanjut, Odie menyatakan tanggung jawab dalam perkara ini bersifat tanggung renteng. Artinya, seluruh pihak yang digugat berpotensi ikut bertanggung jawab atas kerugian yang dialami para korban.
“Jangan berpikir bahwa Olivia atau Nia Daniaty itu bebas. Karena ini tanggung renteng. Jadi ketiganya harus bertanggung renteng terhadap uang Rp 8,1 miliar,” ujarnya.
Terkait dugaan keterlibatan Nia Daniaty, Odie menyebut terdapat pengakuan dari Olivia Nathania bahwa sejumlah acara yang dibuat sang ibu bersumber dari uang para korban. Berdasarkan pengakuan tersebut, korban akhirnya menggugat Olivia.
“Yang jelas ada pengakuan bahwa memang acara itu dibuat oleh ibunya,” pungkasnya.[YKP]

