Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Kualitas Udara di Palembang Berbahaya, Asap Karhutla OKI Jadi Penyebab
Regional

Kualitas Udara di Palembang Berbahaya, Asap Karhutla OKI Jadi Penyebab

alwiBy alwi25/09/2026
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kondisi kabut asap di Palembang yang mengakibatkan kualitas udara menjadi berbahaya. (Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID – Hujan yang sempat mengguyur Palembang belum sepenuhnya mengusir kabut asap dari udara kota. Hingga Jumat (25/9/2026) pagi, asap masih terlihat pekat di sejumlah wilayah, sementara jarak pandang juga terbatas.

Kondisi tersebut sejalan dengan pemantauan kualitas udara Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang yang kembali menunjukkan angka tinggi.

Padahal, dalam beberapa hari sebelumnya kualitas udara sempat berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.

Baca juga :   Pemkab OKU Timur Gandeng PLN ICON Plus untuk Kembangkan Smart City

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan, kualitas udara Palembang mulai memburuk sejak dini hari. Bahkan, konsentrasi PM2.5 sempat kembali masuk kategori berbahaya.

“Kualitas udara pada dini hari sempat masuk kategori berbahaya dengan angka PM2.5 sebesar 264,5 µg/m³ pukul 01.00 WIB,” ujar Wandayantolis, Jumat (25/9/2026).

Angka tersebut kemudian berangsur turun pada pagi hari. Namun, penurunan konsentrasi partikulat belum cukup untuk membuat kualitas udara kembali aman.

“Tapi, angkanya masih tetap di atas 200 µg/m³ atau sangat tidak sehat,” katanya.

Baca juga :   Jalinsum Musi Rawas Longsor, Pengendara Diminta Waspada

Hingga pukul 09.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat 162,4 µg/m³. Angka tersebut masih berada pada kategori merah atau sangat tidak sehat.

Wandayantolis menyebut kondisi udara Palembang tidak terlepas dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan sekitarnya.

“Karhutla di OKI dan sekitarnya masih menjadi penyebab asap,” tambahnya.

Kondisi ini membuat turunnya hujan belum serta-merta membuat udara Palembang bersih. Asap dari wilayah yang masih mengalami karhutla tetap menjadi persoalan, terutama ketika konsentrasi partikulat kembali meningkat.

Baca juga :   Datang Lebih Awal, Kemarau 2026 di Sumsel Berpotensi Lebih Panjang

“Data hotspot yang dipantau juga menunjukkan aktivitas kebakaran masih cukup tinggi. Hingga pemantauan tersebut, tercatat 394 hotspot di sejumlah wilayah Sumsel,”kata dia.

OKI menjadi penyumbang hotspot terbanyak dengan 335 titik. Berikutnya Banyuasin 33 titik, Musi Banyuasin 7 titik, Musi Rawas 7 titik, Muara Enim 4 titik, Musi Rawas Utara 4 titik, PALI 2 titik, serta Ogan Ilir 1 titik.

Dirinya pun mengingatkan masyarakat tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca, termasuk hujan, untuk menentukan aman atau tidaknya aktivitas di luar ruangan.

Masyarakat diminta tetap memantau perkembangan kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker juga dianjurkan karena konsentrasi PM2.5 masih berada pada level tinggi.

Baca juga :   Prakiraan Cuaca 20 Februari 2024 di Palembang : Siang dan Malam Berawan

“Meski konsentrasi PM2.5 sudah turun dari kondisi puncaknya, levelnya masih cukup tinggi. Masyarakat tetap perlu berhati-hati dan membatasi paparan udara luar apabila kualitas udara kembali memburuk,” tutupnya. (THQ)

Asap Karhutla BMKG Hujan Kualitas udara
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticlePurbaya Pergi, Insentif Motor Listrik Rp3 Juta Masih Menggantung
Next Article Dua Daratan Baru Muncul di Sekitar Anak Krakatau, PVMBG Ungkap Penyebabnya
alwi

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20265 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,876 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,722 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?