RELUNG.ID – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel mengingatkan bahwa setiap manusia pada hakikatnya adalah pemimpin yang memiliki tanggung jawab besar, terutama dalam lingkup keluarga.
Hal tersebut disampaikannya Ustadz M. Syukri S.Ag., M.H., dalam kultum Relung yang menekankan pentingnya peran kepala keluarga dalam membimbing istri dan anak-anak menuju kehidupan yang baik dan sesuai dengan ajaran agama.
Menurut Ustadz Syukri, amanah kepemimpinan yang diberikan kepada setiap orang tidak hanya berlaku bagi pejabat negara, pemimpin daerah, atau pimpinan organisasi, tetapi juga bagi setiap orang yang memimpin keluarganya di rumah.
“Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Termasuk seorang ayah atau kepala keluarga yang memimpin rumah tangganya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tanggung jawab orang tua tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan materi keluarga, tetapi juga memastikan pendidikan moral dan spiritual anak-anak serta pasangan berjalan dengan baik.
Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah mengajarkan dan mencontohkan ibadah kepada keluarga, seperti melaksanakan salat dan mengaji.
“Jangan hanya menyuruh anak-anak kita salat, tetapi kita juga harus memberikan teladan. Ketika orang tua memberi contoh yang baik, anak-anak akan lebih mudah mengikuti,” katanya.
Ustadz Syukri menambahkan bahwa setiap kebaikan yang diajarkan kepada keluarga akan menjadi amal yang pahalanya terus mengalir bagi orang tua. Namun sebaliknya, jika orang tua membiarkan keluarga melakukan perbuatan yang tidak baik, maka hal itu juga bisa menjadi dosa yang ikut ditanggung.
Ia menyoroti salah satu kebiasaan yang sering terjadi di tengah masyarakat, yakni memberikan fasilitas teknologi seperti telepon genggam kepada anak tanpa pengawasan yang cukup.
Menurutnya, penggunaan gawai tanpa pengawasan berpotensi membuka akses terhadap konten yang tidak mendidik bahkan mengarah pada hal-hal yang dilarang agama.
“Kita mungkin hanya bisa mengawasi satu atau dua jam, setelah itu kita tidak tahu apa yang mereka lakukan. Kalau anak mengakses hal yang tidak baik, orang tua yang memfasilitasi juga bisa ikut menanggung dosanya,” jelasnya.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap pendidikan akhlak dan agama anak-anak, serta membiasakan mereka dengan kegiatan yang membawa manfaat.
Selain itu, Ustadz Syukri menegaskan bahwa perubahan menuju masyarakat yang lebih baik harus dimulai dari keluarga.
“Kalau keluarga kita baik, maka lingkungan sekitar juga akan ikut baik. Dari keluarga yang baik akan lahir masyarakat yang baik, kota yang baik, hingga negara yang baik,” ungkapnya.
Ia pun mengajak seluruh orang tua untuk mulai memperbaiki diri dan keluarga sejak sekarang, tanpa menunggu waktu lain.
“Jangan hanya melihat kesalahan orang lain. Mulailah dari diri kita dan keluarga kita sendiri. Ajarkan anak-anak kita berbuat baik, ajarkan mereka salat, mengaji, dan menjadi pribadi yang bermanfaat,” tutupnya. (LWM)

