RELUNG.ID-Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan istri seorang dokter berinisial IA dengan Letkol Inf LG, mantan Komandan Kodim 1408/Makassar, semakin memanas.
Walaupun Letkol Inf LG telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 19 November 2024, hingga kini belum ada perkembangan signifikan dalam proses hukum yang sedang berlangsung.
Jainal Arifin, suami dari IA, dengan tegas menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya proses hukum yang melibatkan pihak militer.
Padahal Sejak 20 September 2024, Jainal melaporkan Letkol Inf LG ke Polisi Militer (Pomdam) XIV/Hasanuddin atas dugaan tindak pidana asusila dan perzinahan.
Ia juga melaporkan istrinya ke Polda Sulsel dengan kasus yang sama. Dalam wawancara, Jainal menyampaikan perasaan terpuruknya sebagai seorang kepala rumah tangga yang merasa harga dirinya diinjak-injak.
“Sebagai lelaki Bugis Bone, saya malu dan merasa harga diri saya diinjak-injak seorang lelaki yang tega menghancurkan rumah tangga yang sudah saya bina hampir 10 tahun,” ujarnya dengan nada kecewa.
Jainal menegaskan dalam budaya Bugis Bone, harga diri lebih penting daripada harta dan jabatan, dan ia siap menempuh jalur hukum atau penyelesaian adat jika proses hukum tidak memberikan keadilan yang diharapkan.
Meski berkas laporan yang melibatkan Letkol Inf LG dikembalikan ke Pomdam karena jaksa militer menilai delik yang dilaporkan belum memenuhi unsur pidana, kuasa hukum Jainal, Agusman Hidayat, tetap mendesak agar pelaku dikenakan sanksi disiplin atau etik.
Namun, hingga kini, belum ada kejelasan mengenai langkah hukum selanjutnya. “Kami merasa ada indikasi intervensi dalam proses hukum ini, mengingat latar belakang terlapor yang merupakan pejabat dan anak dari mantan Gubernur,” ungkap Agusman.
Terkait hal ini, Kapendam XIV/Hasanuddin Letkol Arm Gatot Awan Febrianto mengonfirmasi Letkol Inf LG memang telah dicopot dari jabatannya sebagai Dandim 1408/Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Setiap ada indikasi pelanggaran prajurit akan diproses, dan pimpinan TNI AD berkomitmen untuk menegakkan aturan,” tegas Gatot.[EWJ]

