RELUNG.ID – Microsoft memperbarui lini perangkat Surface dengan memperkenalkan Surface Pro 12 inci generasi kedua dan Surface Laptop 13 inci generasi kedua.
Keduanya ditenagai chipset Snapdragon X2 Plus dan mengandalkan pemrosesan AI langsung di perangkat.
Berbeda dengan sejumlah produsen smartphone yang memanfaatkan ajang Snapdragon Summit untuk memperkenalkan perangkat dengan chipset terbaru, Microsoft memilih Snapdragon X2 Plus yang telah diperkenalkan Qualcomm pada awal tahun ini.
Surface Pro 12 inci generasi kedua hadir sebagai tablet Windows berbasis ARM yang mengutamakan portabilitas. Perangkat ini menggunakan layar LCD PixelSense berukuran 12 inci dengan resolusi 2.196 x 1.464 piksel, rasio 3:2 dan refresh rate 90Hz.
Layar tersebut mendukung input sentuh serta kompatibel dengan Surface Slim Pen yang mampu mendeteksi hingga 4.096 tingkat tekanan. Namun, baik stylus maupun keyboard cover dijual secara terpisah.
Microsoft turut memperkenalkan Ink Canvas, aplikasi berbasis AI yang dirancang untuk aktivitas menggambar, membuat sketsa, merencanakan hingga merancang berbagai ide.
Berbeda dari aplikasi AI yang umumnya menghasilkan gambar berdasarkan perintah teks, Ink Canvas memungkinkan pengguna membuat sketsa terlebih dahulu kemudian mengubahnya menjadi teks.
Untuk dapur pacu, Surface Pro 12 inci generasi kedua menggunakan Snapdragon X2 Plus dengan sistem pendingin pasif. Chip tersebut memiliki CPU enam inti serta NPU dengan kemampuan hingga 80 TOPS untuk pemrosesan AI secara lokal.
Microsoft menyediakan pilihan RAM 16 GB dan 24 GB, dengan penyimpanan UFS 256 GB atau 512 GB.
Dibandingkan Surface Pro 12 inci generasi sebelumnya yang menggunakan Snapdragon X Plus generasi awal, Microsoft mengklaim Snapdragon X2 Plus mampu meningkatkan produktivitas Office hingga 17 persen, efisiensi baterai 18 persen, performa grafis 60 persen dan kecepatan inferensi AI lokal hingga 95 persen.
Untuk daya tahan, baterai Surface Pro 12 inci diklaim mampu digunakan untuk pemutaran video hingga 15,5 jam atau penggunaan web aktif hingga 11,5 jam.
Perangkat ini memiliki dua port USB-C berstandar USB 3.2. Pengisian daya mendukung daya hingga 45W. Surface Pro juga mendukung DisplayPort 1.4a dan mampu menghubungkan dua monitor 4K dengan refresh rate 60Hz.
Konektivitas nirkabel mencakup Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Perangkat memiliki bobot sekitar 686 gram dengan ketebalan 7,8 mm.
Surface Pro 12 inci generasi kedua dibanderol mulai US$1.150. Model 16 GB/512 GB dijual US$1.250, sedangkan varian 24 GB/512 GB mencapai US$1.450.
Microsoft menyediakan tiga pilihan warna, yakni Platinum, Black dan Violet.
Selain tablet, Microsoft memperkenalkan Surface Laptop 13 inci generasi kedua. Perangkat ini menggunakan bodi aluminium, keyboard dengan warna senada serta trackpad dengan teknologi haptic feedback generasi terbaru.
Laptop tersebut mengusung layar LCD PixelSense berukuran 13 inci dengan resolusi 1.920 x 1.280 piksel, rasio 3:2 dan refresh rate 60Hz. Panelnya mendukung layar sentuh dengan tingkat kecerahan maksimum 500 nit serta dilindungi kaca yang diperkuat.
Untuk kamera, Surface Laptop 13 inci dibekali kamera Surface Studio beresolusi 1080p.
Seperti Surface Pro, laptop ini menggunakan sistem pendingin pasif sehingga tidak membutuhkan kipas untuk mendinginkan Snapdragon X2 Plus.
Pilihan konfigurasi dimulai dari RAM 16 GB dengan penyimpanan 256 GB yang dibanderol US$1.200. Sementara varian tertinggi dengan RAM 24 GB dan penyimpanan 512 GB dijual US$1.500.
Laptop ini memiliki bobot sekitar 1,225 kg dan ketebalan 17,5 mm ketika dalam kondisi tertutup.
Baterai berkapasitas lebih besar diklaim mampu memberikan waktu pemutaran video hingga 22,5 jam.
Untuk konektivitas, tersedia dua port USB-C USB 3.2, satu port USB-A USB 3.2 serta jack audio 3,5 mm. Pengisian daya menggunakan adaptor USB-C 45W yang sudah termasuk dalam paket penjualan.
Microsoft juga memperkenalkan Surface Mouse terbaru dengan harga US$80. Perangkat ini akan tersedia dalam pilihan warna Black dan Platinum di sejumlah pasar mulai 13 Oktober.
Mouse tersebut membawa teknologi umpan balik haptik yang dapat merespons aktivitas tertentu di layar, termasuk ketika jendela aplikasi melakukan snapping.
Desainnya dibuat ambidextrous sehingga dapat digunakan dengan tangan kanan maupun kiri. Microsoft juga menyediakan tombol tindakan yang dapat dikustomisasi untuk mengakses Copilot.
Untuk konektivitas, Surface Mouse menggunakan Bluetooth 6.0 dan mendukung pemasangan dengan beberapa perangkat. (LWM)

