RELUNG.ID- Mobil Mercedes-Benz (Mercy) ikonik peninggalan Presiden ke-3 RI BJ Habibie ikut terseret dalam perkara dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB).
Mobil yang sempat dibeli Ridwan Kamil (RK) dari Ilham Akbar Habibie itu kini berstatus barang bukti dan tengah dipertimbangkan untuk dilelang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan mobil tersebut saat ini masih dalam penyitaan penyidik untuk kepentingan pembuktian. Jika nantinya majelis hakim memutuskan mobil dirampas untuk negara, maka mobil bisa dilelang atau dialihkan melalui mekanisme lain agar hasilnya masuk ke kas negara.
“Jika diputuskan dirampas untuk negara, maka mobil dapat dilelang ataupun mekanisme lain, sehingga bisa dikonversi menjadi rupiah untuk masuk sebagai PNBP. Saat ini penyidik masih fokus pada proses pembuktian,” kata Budi, Kamis (4/9).
Namun, Budi mengungkapkan ada persoalan karena pembayaran mobil tersebut oleh Ridwan Kamil kepada Ilham Habibie belum lunas. Hal ini, kata dia, sedang didalami agar tidak menjadi hambatan dalam proses lelang.
“Penyidik masih mendalami kedudukan barang bukti ini untuk mencari solusi terbaik demi optimalisasi asset recovery bagi negara,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menilai langkah KPK sudah tepat. Ia menyebut urusan pelunasan menjadi ranah pribadi antara Ilham Habibie dan Ridwan Kamil.
“Soal belum lunas itu urusan penjual dan pembeli. Penjual bisa menagih kekurangan pembayaran kepada pembeli. Kalau sulit, bisa lewat gugatan perdata. Misalnya, jika tidak dibayar, bisa menyita aset lain milik RK,” tegas Boyamin, Jumat (5/9).
Ia juga menyarankan agar Ilham Habibie membeli kembali mobil tersebut melalui mekanisme lelang KPK.
“Kalau ingin kembali, ya ikut lelang. Mobil ini sudah jadi barang bukti, sehingga proses hukum harus dihormati,” ujarnya.
Diketahui, setelah berpindah tangan, warna mobil Mercy peninggalan BJ Habibie tersebut sudah diganti oleh Ridwan Kamil, meski cicilan pembelian dari Ilham Habibie belum sepenuhnya dilunasi.[YKP]

