RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mendorong pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan melalui pembangunan pabrik Bio-CNG (Compressed Natural Gas) di wilayah tersebut.
Pembangunan pabrik Bio-CNG itu ditandai dengan groundbreaking ceremony yang digelar di kawasan PT Agro Muara Rupit Sipef Corporation, Senin (5/10/2026).
Bupati Muratara Devi Suhartoni mengatakan pembangunan fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendorong penggunaan energi yang lebih bersih sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari limbah industri kelapa sawit.
Menurutnya, proyek tersebut memanfaatkan limbah cair dari pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) untuk menangkap gas metana. Gas yang dihasilkan kemudian diolah dan dikonversi menjadi Bio-CNG sebagai sumber energi terbarukan.
“Ini proyek nasional strategis, pemanfaatan limbah kelapa sawit dengan dibangun pabrik yang dirancang khusus menangkap gas metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit yang dikonversi menjadi energi terbarukan bernilai ekonomis tinggi,” kata Devi saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan pabrik Bio-CNG.
Devi menilai pemanfaatan limbah sawit menjadi energi memiliki manfaat ganda. Selain menghasilkan sumber energi alternatif, teknologi tersebut juga dinilai dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dari pengolahan limbah kelapa sawit.
Ia berharap proyek Bio-CNG di Muratara dapat menjadi contoh bagi pengembangan energi terbarukan berbasis limbah perkebunan di daerah lain.
“Proyek ini berpotensi menjadi percontohan nasional bagi pengembangan energi terbarukan berbasis limbah kelapa sawit di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Devi, penggunaan Bio-CNG juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dalam kegiatan operasional perkebunan kelapa sawit, termasuk penggunaan solar industri maupun LPG.
Di sisi lain, pembangunan pabrik tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.
Keberadaan fasilitas pengolahan energi baru dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi baru di wilayah sekitar.
“Ini juga memberikan eksistensi positif bagi terciptanya lapangan pekerjaan dan terbukanya ekonomi masyarakat sekitar,” katanya.
Devi berharap pengembangan energi berbasis limbah tersebut tidak berhenti pada satu proyek. Menurutnya, keberadaan sejumlah pabrik kelapa sawit di wilayah Sumatera Selatan membuka peluang besar untuk mengembangkan sumber energi terbarukan dari limbah industri perkebunan.
“Banyak pabrik kelapa sawit yang tersebar, diharapkan bisa juga menciptakan energi terbarukan,” pungkasnya. (LTM)

