RELUNG.ID – Musim hujan kerap kali menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur di wilayah Pesisir Timur Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), salah satunya, yakni Kecamatan Mesuji.
Sejak April lalu, Kecamatan Mesuji sering dilanda banjir bahkan terjadi kerusakan jembatan penghubung utama antar dusun di Desa Mekar Wangi sepanjang 9 Meter.
“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD OKI terus meninjau keadaan wilayah yang rentan terdampak banjir di wilayah OKI, salah satunya di wilayah Kecamatan Mesuji,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, Listiadi Martin, Kamis (12/11).
Selain melakukan peninjauan, Bidang Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana) BPBD OKI juga melakukan pendataan kerusakan serta berkoordinasi dengan Dinas PUPR OKI.
Keadaan jembatan di Desa Mekar Wangi tersebut sempat terendam banjir sehingga tidak bisa dilalui warga, baik dengan sepeda motor maupun mobil.
Saat dilakukan pemeriksaan, debit air yang tinggi dan derasnya arus air menyebabkan struktur bawah jembatan terkikis dan ambrol di beberapa titik.
Mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama warga setempat, BPBD OKI meminta kerjasama dari dinas terkait untuk segera memperbaiki akses utama jalan warga setempat.
Listiadi menjelaskan, kerusakan jembatan itu menyebabkan sejumlah aktivitas masyarakat terganggu. Seperti, anak-anak sekolah kesulitan menuju sekolah mereka.
Bahkan, petani juga kesulitan membawa hasil panen untuk dijual. Sehingga masyarakat yang ingin menyeberang terpaksa menggunakan perahu kecil atau rakit darurat yang dibuat secara swadaya.
“Secara gotong royong kami dibantu TNI-Polri serta perangkat desa setempat, mulai dari pemasangan papan peringatan dan pembuatan jalur alternatif sementara,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, BPBD OKI telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR agar ada langkah cepat untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Sementara, warga diimbau tidak melintas karena kondisi jembatan sudah tidak aman. Meski debit air mulai menurun, kondisi jembatan masih rawan ambrol.
“Kawasan Mesuji dan Pesisir Timur OKI memang kawasan rentan banjir. Jadi memerlukan perhatian serius, agar aktivitas warga tidak terus terganggu setiap musim hujan tiba,” pungkasnya. (HWJ)

