RELUNG.ID – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Lubuklinggau terus berupaya untuk menjaga suplai kelistrikan di kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan khususnya di musim hujan saat ini.
Asisten Manajer Jaringan dan Konstruksi Distribusi UP3 PLN Lubuklinggau, Tedi Triadi menjelaskan, untuk menjaga suplai kelistrikan secara kontinuitas, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya.
Mulai dari kondisi musim penghujan dan pada saat kemarau.
“Memang ada beberapa tantangan kaitan dengan kaitan cuaca ekstrim ini yang sebetulnya itu sudah kita upayakan secara gerakan dengan skala besar,” kata Tedi pada Rabu, (17/9/2025).
Menurutnya, gerakan skala besar tersebut ada yang namanya gebyar bakti penyuluhan dengan gerakan operasi eksekusi serentak. Salah satunya adalah kegiatan penebangan pohon.
“Akar masalah ketika cuaca ekstrim adalah sebetulnya adalah pohon tumbang. Jadi kami mulai dari tim eksekusi, mulai dari tim negosiasi sampai dengan proses eskalasinya secara bertingkat, itu sudah pernah kita upayakan,” ujarnya.
Namun begitu ia mengakui dalam hal itu pihaknya menghadapi kendala. Dimana dalam kaitannya dengan ganti rugi, pihaknya tidak bisa melakukan.
“Makanya sekarang kami mohon kaitan dengan menjaga listrik yang memang handal bisa menyala dengan kondisi apapun dan potensi-potensi menjadi akar masalah adalah pohon itu bisa kita tumbangkan sebelum dia roboh dan meluluhlantakan jaringan,” ungkapnya.
Sebab kata Tedi, bila pohon sudah roboh dan meluluhlantakan jaringan, maka proses recovery nya tidak mudah. Apalagi dia sampai rusak konstruksinya, patah tiang, rusak jaringan parah. Ini sebetulnya menjadi PR (Pekerjaan Rumah) terbesar kami,” jelasnya.
Selain itu tambah Tedi, permasalahan lainnya di musim hujan yang dihadapi pihaknya adalah petir. Namun untuk penanganan petir, pihaknya punya alat untuk mengidentifikasi titik rawan petir.
“Itu sudah kita pasang alat CLD dan beberapa alat untuk penangkal petir. Dan ini memang bisa kita minimalisir, cuma memang yang terbesar adalah ketika cuaca badai, menumbangkan pohon maka pohon itu merobohkan atau menimpa jaringan PLN, itu yang meluluhlantakan,” bebernya.
Kalaupun itu sampai terjadi, menurut Tedi, maka proses recovery nya tidak cepat. Artinya sambung Tedi, pihaknya butuh waktu yang rata-rata dengan estimasi 3 jam, bahkan bisa melebihi dari itu.
Lebih lanjut, pihak PLN juga sudah ada tim untuk percepatan penanganan evakuasi ketika jaringan rusak atau memang kondisinya parah. Dimana ada 2 tim yang mobilitas dan dilengkapi dengan peralatan.
“Jadi karena Lubuklinggau ini sekarang sudah UP3 kemudian kita ada mobil crane untuk percepatan evakuasi ketika memang jaringan kita rusak ataupun memang dengan kondisi parah. Dan rata-rata kita sekarang sudah sangat cepat untuk melakukan recovery,” pungkasnya. (NSR)

