RELUNG.ID – Warga di Jalan Kelabat, RT 07, Kelurahan Jawa Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau, Sumsel mendadak heboh.
Hal ini dikarenakan, warga melihat seorang pria dalam kondisi tewas di atas tiang listrik. Pria tersebut diduga tewas dikarenakan kesetrum listrik.
Korban diketahui bernama, Riki Saputra (29), petugas salah satu vendor PLN di Lubuklinggau. Korban merupakan warga RT 04 Dusun 1 Desa Sukomoro, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Berdasarkan informasi, kejadian ini terjadi sekitar pukul 08.15 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya tiba di lokasi. Kemudian, keduanya menyiapkan peralatan dan korban pun langsung naik ke atas tiang listrik.
Korban saat itu naik naik tiang listrik dengan menggunakan tangga aluminium dengan peralatan tali tambang sebagai pengaman. Termasuk membawa alat-alat listrik yang biasa digunakan selama bekerja.
Sesampainya diatas, korban sempat masih melakukan komunikasi dengan rekannya selama hampir 30 menit sambil melakukan pekerjaannya. Dimana korban di atas mengecek kabel listrik yang akan diganti.
Kemudian, korban yang sedang berada di atas berteriak keras dengan kondisi tangan sebelah kiri memegang kabel.
Lantas rekan korban yang berada dibawah mendengar hal itu dan langsung bergegas mematikan alur listrik dengan mencabut pemutus aliran yang ada dibawah.
Setelah aliran listrik sudah terputus, korban sudah tidak memberikan respon lagi dengan kondisi tubuh yang sudah lemas dan tergantung diatas.
“Korban merupakan petugas vendornya PLN tapi tidak ada surat penugasan untuk kegiatan perbaikan, jadi korban hanya berkomunikasi dengan pelanggan langsung,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Bobby Kusumawardhana, Minggu (12/1).
Sementara itu, Manager PLN Unit Layanan Pelanggan Lubuklinggau, Achmad Meiledy mengatakan korban tewas merupakan seorang oknum petugas pemangkas pohon.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, oknum tersebut bekerja diluar tugasnya dan tidak mendapatkan perintah atau izin resmi dari PLN,” ujarnya.
Menurutnya, yang bersangkutan juga diketahui tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar keselamatan kerja saat menaiki tiang listrik.
“Kami telah memastikan bahwa tidak ada pekerjaan PLN dan perintah resmi untuk melakukan pekerjaan kelistrikan di lokasi tersebut,” jelasnya.
Pihaknya dalam menerapkan standar keselamatan kerja berdasar prosedur resmi dalam setiap pekerjaan di jaringan listrik. Dan pihaknya memastikan bahwa insiden ini tidak mempengaruhi pasokan listrik di area terkait.
“Kondisi kelistrikan saat ini dalam keadaan aman dan terkendali,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya telah melakukan pemeriksaan menyeluruh pada jaringan untuk memastikan keselamatan pelanggan dan masyarakat.
Kemudian atas kejadian tersebut, pihaknya memberikan imbauan. Yakni tidak mengajukan layanan melalui petugas perorangan. Baik untuk keperluan layanan kelistrikan seperti pemangkasan pohon di dekat jaringan, pemasangan dan perbaikan kelistrikan, ataupun pengaduan lainnya.
“Masyarakat diminta menggunakan layanan resmi PLN yaitu melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, atau Unit Layanan terdekat,” bebernya.
Dia mengimbau agar mengutamakan keselamatan dan mematuhi prosedur yang berlaku. Dimana menurutnya, setiap pekerjaan di sekitar jaringan listrik harus dilakukan oleh petugas yang berkompeten yakni menggunakan APD lengkap, serta berdasarkan perintah resmi dari PLN.
“Jika melihat petugas bekerja tanpa APD lengkap, masyarakat dapat menyampaikan hal tersebut melalui Contact Center ataupun Unit Layanan terdekat,” pungkasnya. (ANS)

