RELUNG.ID- Pedangdut Dewi Perssik resmi melaporkan dugaan pemalsuan akun Facebook yang mencatut namanya ke Polda Metro Jaya, Kamis (9/4/2026). Laporan tersebut diajukan bersama kuasa hukumnya, Sandy Arifin.
Sandy Arifin menjelaskan, langkah hukum ini diambil setelah pihaknya memastikan adanya dugaan manipulasi data oleh oknum tidak bertanggung jawab. Akun Facebook tersebut dibuat seolah-olah milik Dewi Perssik dan dinilai berpotensi menyesatkan publik.
“Alhamdulillah, tadi kami sudah konsultasi dan data yang dibawa dinyatakan lengkap. Hari ini kami resmi membuat laporan terkait Pasal 35 UU ITE tentang manipulasi data,” ujar Sandy di Polda Metro Jaya.
Ia menambahkan, dalam laporan tersebut pihaknya turut menghadirkan dua orang saksi, yakni dari manajemen Dewi Perssik dan seorang penggemar.
Menurut Sandy, pelaku pemalsuan akun itu dapat dijerat Pasal 35 juncto Pasal 51 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana di atas 10 tahun penjara.
“Selanjutnya kami menunggu proses pemeriksaan saksi serta panggilan resmi kepada klien kami,” jelasnya.
Sementara itu, Dewi Perssik mengaku resah dengan keberadaan akun palsu tersebut. Meski dikenal sebagai pribadi yang mudah memaafkan, ia menegaskan kasus ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merugikan dirinya dan orang lain.
“Yang penting aku tahu orangnya dan jangan sampai terulang lagi,” kata Dewi.
Ia juga mulai mempertimbangkan langkah tegas lantaran kejadian serupa disebutnya sudah beberapa kali terjadi.
“Kayaknya harus dipenjarain bener. Soalnya mungkin aku terlalu baik, jadi dianggap gampang,” ujarnya.
Dewi mengaku khawatir akun palsu tersebut disalahgunakan untuk kepentingan tertentu, termasuk penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
“Memalsukan data itu bukan hal sembarangan. Takutnya disalahgunakan ke depannya,” ungkapnya.
Bahkan, ia juga menyinggung kemungkinan akun tersebut digunakan untuk menghubungi orang lain dan menimbulkan kesalahpahaman.
“Takutnya nanti menghubungi orang-orang, apalagi yang sudah berkeluarga. Bisa jadi masalah, padahal itu bukan saya,” pungkasnya.[YKP]

