RELUNG.ID – Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sumsel untuk menelusuri kebenaran video viral yang memperlihatkan sejumlah pria mengaku berasal dari Palembang dan saat ini terlantar di Kamboja.
Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, David Hardianto Aljufri, Rabu (18/2/2026).
Dia mengatakan, informasi awal diperoleh pihaknya melalui media sosial dan hingga kini belum dapat dipastikan keasliannya.
“Kami baru mengetahui dari media sosial. Untuk memastikan kebenarannya, kami minta Disnaker mengecek langsung, bekerja sama dengan pihak kepolisian,” katanya.
David menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumsel tidak memiliki kerja sama penempatan tenaga kerja dengan Kamboja.
Karena itu, video tersebut masih perlu diverifikasi, termasuk memastikan lokasi pembuatan video dan identitas para korban.
“Kami belum tahu apakah video itu benar dibuat di Kamboja atau tidak. Disnaker bersama Polda sedang mengecek keasliannya,” katanya.
Ia menyebutkan, hingga saat ini pihaknya belum dapat menentukan langkah lanjutan sebelum memperoleh hasil klarifikasi dari Disnaker dan kepolisian.
“Setelah ada kepastian, baru akan ditentukan langkah berikutnya,” jelas David.
Komisi V DPRD Sumsel juga meminta agar keaslian video ditelusuri, termasuk memastikan apakah para korban benar berasal dari Sumsel atau dari daerah lain.
“Jika terbukti benar, kami akan berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait untuk proses pemulangan,” tambahnya.
David juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri, khususnya yang tidak melalui jalur resmi.
“Pastikan dulu perusahaan dan jenis pekerjaannya. Di Disnaker ada data perusahaan resmi yang membutuhkan tenaga kerja,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini pemerintah Indonesia telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan sejumlah negara, di antaranya Jepang untuk sektor kesehatan, Arab Saudi, Kuwait, dan Dubai untuk tenaga kesehatan, serta Korea Selatan untuk sektor elektronik.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sekelompok orang yang mengaku berasal dari Palembang dan menjadi korban penipuan berkedok tawaran kerja di Kamboja.
Dalam video tersebut, mereka meminta bantuan kepada Gubernur Sumsel dan Wali Kota Palembang agar dapat dipulangkan ke Indonesia.
Mereka dikabarkan sementara berada di penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah. (DSK)

