RELUNG.ID – Tim gabungan Direktorat Reserse Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA PPO) Polda Sumsel bersama Unit PPA Polrestabes Palembang berhasil meringkus pelaku pemerkosaan bocah 12 tahun berinisial PS.
Kabar tertangkapnya pelaku diperkuat dengan beredarnya video di sejumlah media sosial (medsos) yang memperlihatkan seorang pria dengan kedua kaki diperban digotong oleh petugas kepolisian memasuki gedung Polrestabes Palembang, Senin (11/5/2026) malam.
Hanya saja sampai saat ini belum diketahui identitas dari pelaku serta lokasi penangkapan.
Ketika dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana membenarkan pelaku pemerkosaan terhadap PS sudah ditangkap. “Wss, iya sudah. Rabu (dirilis),” ungkap Jedi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (11/5) malam.
Diberitakan sebelumnya, Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun berinisial PS, yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), menjadi korban kekerasan seksual (rudapaksa) oleh pria tak dikenal di kawasan Jalan Karang Sari, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami pendarahan serius dan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan.
Ayah korban, NS (35), mengatakan kejadian itu terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban hendak menonton hiburan tari India bersama seorang temannya.
Di tengah perjalanan, keduanya dihampiri seorang pria yang mengendarai sepeda motor dan mengenakan jaket ojek online. Pelaku kemudian menawarkan untuk mengantarkan mereka ke lokasi acara dengan iming-iming uang.
“Anak saya mau nonton tari India berdua dengan temannya. Lalu datang pria berjaket ojek online menawarkan untuk mengantar,” ujar NS kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).
Teman korban sempat menolak ajakan tersebut. Namun pelaku terus membujuk hingga akhirnya korban ikut, sementara temannya memilih melarikan diri karena takut dan segera memberitahu orang tua korban.
Mendapat kabar tersebut, NS langsung mencari anaknya ke lokasi acara, namun tidak menemukannya. Sekitar pukul 21.00 WIB, korban ditemukan berjalan seorang diri di jalan sepi dalam kondisi lemas dan panik.
“Saat ditemukan, anak saya terlihat ketakutan dan lemas. Setelah sampai di rumah, dia baru berani bercerita bahwa telah diperkosa,” jelasnya.
Korban sempat dibawa ke bidan terdekat. Namun karena mengalami pendarahan aktif, ia dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Anak saya mengalami pendarahan hebat dan harus dioperasi dengan empat jahitan. Operasinya dilakukan kemarin sekitar pukul 17.00 WIB,” tambah NS.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Gandus dan kini ditangani oleh Polrestabes Palembang.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, pelapor, dan sejumlah saksi.
“Kami fokus pada penguatan alat bukti serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban. Saat ini pelaku masih dalam pengejaran,” tutupnya. (DNP)

