RELUNG.ID- Jumiatun (36), salah satu korban selamat dalam kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), terancam menjalani amputasi pada bagian jari tangan kanannya akibat luka bakar serius yang dialami.
Saat ini, Jumiatun bersama korban selamat lainnya, Ngadiono, masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel setelah sebelumnya dirujuk dari RSUD Rupit.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Polda Sumsel, Kombes Pol dr Budhi Budi Susanto mengatakan, kedua korban telah menjalani operasi debridement kedua pada Senin (11/5/2026) pagi untuk membersihkan jaringan luka akibat kecelakaan.
“Hari ini kami sudah melakukan operasi terhadap dua korban selamat, yakni Bapak Ngadiono dan Ibu Jumiatun,” kata Budhi.
Menurutnya, kondisi Jumiatun menjadi yang paling serius dibandingkan korban lainnya karena mengalami luka bakar cukup parah, terutama di bagian tangan kanan.
“Dari kedua korban, kondisi yang paling parah dialami Ibu Jumiatun. Setelah dilakukan tindakan operasi, terlihat tangan kanannya mengalami kerusakan cukup berat sehingga jaringan dan fungsi pembuluh darahnya tidak berjalan normal,” ujarnya.
Pihak rumah sakit saat ini masih terus melakukan observasi terhadap perkembangan kondisi korban guna menentukan langkah medis selanjutnya.
Budhi menjelaskan, tim dokter masih berupaya menyelamatkan fungsi tangan korban. Namun, jika kondisi jaringan terus memburuk dan tidak memungkinkan dipertahankan, maka amputasi kemungkinan harus dilakukan demi keselamatan pasien.
“Kami masih melihat perkembangan kondisinya. Jika memang sudah tidak memungkinkan untuk dipertahankan, maka ada kemungkinan tindakan amputasi pada bagian jari tangan kanan akan dilakukan demi keselamatan pasien,” ungkapnya.
Sementara itu, kondisi Ngadiono disebut lebih stabil meski masih harus menjalani perawatan intensif pascaoperasi akibat luka yang dialaminya dalam kecelakaan tersebut.
Diketahui sebelumnya, kecelakaan maut bus ALS dengan truk tangki BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara. Dalam insiden tersebut, sebanyak 17 orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk sopir dan kernet truk tangki BBM.[FZP]

