RELUNG.ID– Sejumlah investor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai daerah mendatangi kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk meminta kejelasan terkait pembayaran pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini belum mereka terima.
Kedatangan para investor tersebut merupakan bentuk upaya mencari kepastian setelah mereka mengaku telah mengeluarkan dana dalam jumlah besar untuk membangun fasilitas dapur MBG sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Para investor menyebut investasi yang mereka tanamkan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program MBG yang saat ini terus diperluas ke berbagai wilayah di Indonesia. Namun, hingga pembangunan selesai dilakukan, pembayaran yang mereka harapkan belum juga terealisasi.
Dalam pertemuan tersebut, para investor meminta BGN memberikan penjelasan resmi mengenai mekanisme pembayaran serta jadwal pencairan dana yang menjadi hak mereka.
Keluhan para mitra pembangunan dapur MBG mencuat setelah sebuah video yang diunggah akun media sosial @Kompositwaktu beredar luas dan menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut, sejumlah investor terlihat menyampaikan protes dan kekecewaan karena belum adanya kepastian pembayaran dari pihak terkait.
Beberapa investor mengaku telah menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah untuk membangun fasilitas dapur MBG. Menurut mereka, sebagian besar dapur yang dibangun berada di wilayah 3T, yakni daerah terdepan, terluar, dan tertinggal, yang menjadi salah satu fokus perluasan program MBG.
Mereka juga menegaskan bahwa pembangunan dapur telah rampung dan seluruh fasilitas telah siap digunakan untuk mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi masyarakat.
Meski demikian, hingga saat ini para investor masih menunggu respons resmi dari BGN terkait tuntutan dan permintaan kepastian pembayaran yang mereka sampaikan.
Kasus ini menambah sorotan terhadap pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Para investor berharap persoalan administrasi dan pembayaran dapat segera diselesaikan agar operasional dapur yang telah dibangun dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima program.[YKP]

